Islam Times 25 Nov 2021 002021000000Thu, 25 Nov 2021 00:09:55 +0330 0:09 https://www.islamtimes.org/id/news/965288/kematian-perang-yaman-mencapai-377-000-pada-akhir-tahun -------------------------------------------------- Title : Kematian Perang Yaman Mencapai 377.000 Pada Akhir Tahun -------------------------------------------------- IslamTimes- Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Selasa, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperkirakan bahwa 70 persen dari mereka yang terbunuh adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, Al-Jazeera melaporkan. Text : Sebuah laporan baru PBB telah memproyeksikan bahwa jumlah korban tewas dari perang Yaman akan mencapai 377.000 pada akhir tahun 2021, termasuk mereka yang tewas sebagai akibat dari serangan langsung dan tidak langsung. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Selasa, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperkirakan bahwa 70 persen dari mereka yang terbunuh adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, Al-Jazeera melaporkan. Ditemukan bahwa 60 persen kematian merupakan akibat dari penyebab tidak langsung, seperti kelaparan dan penyakit yang dapat dicegah, dengan sisanya akibat penyebab langsung seperti pertempuran garis depan dan serangan udara. “Dalam kasus Yaman, kami percaya bahwa jumlah orang yang benar-benar tewas akibat konflik melebihi jumlah yang tewas di medan perang,” kata Administrator UNDP Achim Steiner. Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya telah melakukan serangan udara mematikan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dalam upaya untuk memulihkan kekuasaan mantan presiden buronan Abd Rabbouh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Perang telah menewaskan puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, dan mengakibatkan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Anak-anak itu termasuk di antara puluhan ribu orang Yaman, yang telah meninggal sejak Maret 2015, ketika kerajaan dan sekutunya mulai mengambil negara termiskin di dunia Arab di bawah perang besar-besaran. Korban jiwa, sebagian, disebabkan oleh penerapan amunisi presisi yang disediakan Barat oleh koalisi di pusat-pusat sipil dan daerah pemukiman yang padat.(IT/TGM)