Islam Times 30 Aug 2019 142019000000Fri, 30 Aug 2019 14:08:26 -0400 14:08 https://www.islamtimes.org/id/news/813511/suriah-mengecam-upaya-asing-untuk-mendaur-ulang-teroris-takfiri -------------------------------------------------- Suriah di DK PBB: Title : Suriah Mengecam ‘Upaya Asing’ untuk 'Mendaur Ulang' Teroris Takfiri -------------------------------------------------- IslamTimes - Perwakilan permanen Suriah untuk PBB telah mengecam upaya asing untuk "mendaur ulang" kelompok teroris Takfiri dengan menyebut mereka sebagai "oposisi bersenjata moderat," menyatakan bahwa Damaskus akan terus melindungi warganya dengan memerangi teroris yang didukung asing, bahkan jika beberapa negara menuduh dengan salah bahwa pemerintah menargetkan warga sipil. Text : Bashar al-Ja afari mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa rakyat Suriah akan melihat perdamaian hanya ketika beberapa negara asing berhenti mendukung para teroris dan merusak perjuangan Suriah melawan mereka. "Dengan setiap kemenangan yang dicapai oleh tentara Arab Suriah terhadap terorisme, beberapa anggota Dewan Keamanan meluncurkan kampanye kebohongan untuk mendistorsi kemenangan ini dan mencemarkan nama baik Suriah," kata Ja afari dalam pertemuan DK PBB tentang situasi di Suriah pada hari Kamis. Dia mengatakan beberapa anggota Dewan Keamanan juga menyulut histeria anti-Suriah dengan secara keliru mengklaim bahwa pasukan pro-pemerintah menargetkan warga sipil sementara pada kenyataannya tentara menyerang posisi teroris yang ketat. Dia menekankan perlunya melestarikan upaya tiga arah oleh Iran, Turki dan Rusia untuk membawa perdamaian kembali ke Suriah dalam bentuk pembicaraan Astana, serangkaian negosiasi perdamaian di ibukota Kazakhstan yang telah menghasilkan gencatan senjata dan zona de-eskalasi di Suriah selama beberapa tahun terakhir. "Suriah menekankan perlunya untuk tidak menargetkan jalur Astana yang menikmati dukungan luas, terutama dari orang-orang Suriah yang adalah pemilik otoritas dasar dalam penentuan nasib sendiri," kata Ja afari. Duta itu kemudian meledakkan perjanjian antara Amerika Serikat dan Turki untuk membangun apa yang disebut "Zona Penyangga" di Suriah utara, menyebutnya sebagai agresi terhadap kedaulatan negara dan integritas wilayah.[IT/r]