Islam Times 21 Oct 2019 142019000000Mon, 21 Oct 2019 14:09:26 -0400 14:09 https://www.islamtimes.org/id/news/823189/rusia-marah-as-keluar-dari-traktat-angkatan-nuklir-jangka-menengah-inf -------------------------------------------------- Title : Rusia Marah AS Keluar dari Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) -------------------------------------------------- Islam Times - Menahan Rusia dan China adalah tujuan sebenarnya di balik penarikan AS dari Perjanjian Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF), kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu pada Senin, 21/10/19. Text : "Kami yakin, alasan sebenarnya di balik penarikan sepihak AS dari Perjanjian Angkatan Nuklir Jangka Menengah adalah menahan Republik Rakyat Tiongkok dan Federasi Rusia," katanya dalam sesi pleno Forum Xiangshan Beijing tentang keamanan. Menurut menteri itu, "perjanjian itu tidak lagi memenuhi kepentingan AS di tengah meningkatnya kekuatan militer dan ekonomi China, Rusia memulihkan potensi pertahanan dan perluasan kerja sama militer-teknis antara kedua negara." Shoigu mencatat, AS sedang bersiap menghancurkan Perjanjian INF jauh di muka dengan menuduh Rusia melanggar perjanjian. "Mereka menciptakan serangan udara tak berawak, menggunakan rudal balistik jarak menengah sebagai target dan menggunakan Mark 41 Vertical Launching System yang awalnya dikembangkan untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. Hal ini dikonfirmasi oleh fakta bahwa 16 hari setelah perjanjian itu diakhiri dengan sebuah pendaratan. Tes rudal jelajah berbasis dilakukan dengan rudal yang menyerang target lebih jauh dari 500 km menurut pernyataan AS," terang menteri. "Sistem keamanan multi-level yang digunakan untuk memastikan stabilitas dan keseimbangan kekuasaan selama bertahun-tahun sekarang sedang dihancurkan di bidang kendali senjata. Ini adalah penolakan AS untuk meratifikasi Perjanjian Nuklir-Uji-Larangan Komprehensif dan penarikan sepihak dari Perjanjian INF," kata Shoigu. Kemungkinan Amerika Serikat menempatkan misil-misilnya yang sebelumnya dilarang di bawah Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah di Eropa dan Asia Pasifik tinggi, katanya, Tass melaporkan. "Ada alasan untuk meyakini bahwa kemampuan serangan AS yang sebelumnya dilarang di bawah Perjanjian INF kemungkinan besar akan dikerahkan di Asia Pasifik dan Eropa untuk memicu ketegangan. Keputusan semacam itu pasti akan mengarah pada perlombaan senjata, peningkatan potensi konflik dan akan memicu kemungkinan insiden," katanya pada sesi pleno forum. Selain itu, Shoigu menegaskan, "negara-negara yang setuju untuk menjadi tuan rumah rudal jarak pendek dan menengah di wilayahnya pada dasarnya akan menjadi sandera bagi kebijakan AS, dan Rusia menentang skenario semacam itu," katanya. "Kami siap berdialog untuk menjaga stabilitas regional, mengembangkan langkah-langkah pembangunan kepercayaan dan bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan," tambah menteri Rusia itu menekankan. Perjanjian INF dihentikan pada 2 Agustus atas inisiatif AS. AS mengatakan, tindakannya diprovokasi oleh penolakan Rusia untuk mematuhi permintaan seperti ultimatum Amerika untuk menghilangkan rudal baru jelajah 9M729, yang diyakini oleh Washington dan sekutu-sekutu NATO melanggar Perjanjian INF. Moskow menolak tuduhan-tuduhan ini, dan menyebut, parameter teknis rudal 9M729 berada dalam parameter yang diizinkan oleh perjanjian itu. Rusia juga mengajukan tuntutan balik ke Washington. Pada bulan September, muncul laporan Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim proposal untuk memperkenalkan moratorium pengerahan rudal jarak pendek dan menengah di Eropa dan kawasan lain ke sejumlah pemimpin, termasuk anggota NATO. [IT/Onh]