Islam Times 29 Jan 2020 032020000000Wed, 29 Jan 2020 03:13:30 -0500 3:13 https://www.islamtimes.org/id/news/841298/hamas-menyebut-rencana-timur-tengah-trump-agresif-proposal-yerusalem-omong-kosong -------------------------------------------------- Palestina vs AS dan Zionis Israel: Title : Hamas Menyebut Rencana Timur Tengah Trump 'Agresif,' Proposal Yerusalem 'Omong Kosong' -------------------------------------------------- IslamTimes - Hamas menepis usulan Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem sebagai "omong kosong." Kelompok itu menolak total rencana perdamaiannya dengan menyebut pernyataannya "agresif," menambahkan bahwa itu hanya akan memicu "kemarahan." Text : "Pernyataan Trump agresif dan akan memicu banyak kemarahan," kata pejabat Hamas Sami Abu Zuhri kepada Reuters. Anggota gerakan Hamas yang memiliki sayap politik dan militan secara khusus mengecam proposal pemimpin AS tentang masa depan Yerusalem, menyerukan itu "omong kosong." Dia menambahkan bahwa kota itu "akan selalu menjadi tanah bagi Palestina", dan bahwa mereka akan menentang kesepakatan Trump. Pidato Trump berisi pesan-pesan yang saling bertentangan, dengan dia pertama-tama menyatakan bahwa Yerusalem akan menjadi ibukota "Israel yang tidak terbagi", tapi kemudian mengatakan bahwa Yerusalem Timur akan berubah menjadi ibukota negara Palestina yang baru terbentuk jika Palestina menerima kesepakatannya. Dia bahkan bersumpah akan membuka kedutaan besar AS di sana. Ribuan warga Palestina turun di jalan-jalan di Gaza dan tempat lain pada hari Selasa (28/1) untuk memprotes rencana perdamaian Timur Tengah Trump bahkan sebelum presiden AS mengumumkannya. Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina serta membakar foto Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menghadiri upacara pengumuman. AS secara konsisten mempromosikan rencana perdamaiannya sebagai "Kesepakatan Abad Ini" yang akan mengakhiri konflik yang telah berlangsung beberapa dekade. Netanyahu juga memuji itu sebagai "kesempatan sekali seumur hidup untuk Zionis Israel." Itu tidak pernah bisa diterima orang Palestina, yang bahkan mencap perjanjian yang diusulkan itu sebagai "kesepakatan iblis."[IT/r]