Islam Times 17 Feb 2020 022020000000Mon, 17 Feb 2020 02:20:28 -0500 2:20 https://www.islamtimes.org/id/news/844963/rouhani-kebijakan-tekanan-maksimum-as-terhadap-iran-gagal -------------------------------------------------- Title : Rouhani: Kebijakan 'Tekanan Maksimum' AS Terhadap Iran Gagal  -------------------------------------------------- IslamTimes- Presiden melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun sanksi AS telah menimbulkan masalah bagi rakyat Iran dengan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka, mereka akan gagal menghasilkan buah dan tidak akan menguntungkan musuh negara. Text : Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kebijakan AS untuk mengerahkan tekanan maksimum terhadap Iran telah gagal dan semua indeks ekonomi menunjukkan bahwa negara itu telah mengalami fase terburuk dari kebijakan itu. Rouhani membuat pernyataan dalam konferensi pers dengan media domestik dan internasional di Teheran pada hari Minggu, mengatakan, "Semua indeks [ekonomi] menunjukkan bahwa kita telah melewati tahap terburuk dari tekanan kebijakan AS maksimum. Amerika telah mencapai kesimpulan bahwa jalan yang mereka pilih untuk berurusan dengan Iran berdasarkan pada strategi yang salah. " Dia menambahkan, Apa yang mereka pikir dapat menggunakan tekanan maksimum untuk membuat kita duduk di meja perundingan dari posisi yang lemah tidak mungkin terjadi, dan kita berbicara dengan dunia dengan kekuatan dan martabat, tetapi kita tidak akan pernah bernegosiasi dari posisi yang lemah. " Presiden melanjutkan dengan mengatakan bahwa meskipun sanksi AS telah menimbulkan masalah bagi rakyat Iran dengan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka, mereka akan gagal menghasilkan buah dan tidak akan menguntungkan musuh negara. Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat mulai memberikan tekanan maksimum pada Iran lebih dari 20 bulan lalu, tetapi Teheran telah berhasil memperbaiki kondisinya selama enam bulan terakhir. "Oleh karena itu, sanksi dan tekanan maksimum telah gagal. Kami dihadapkan dengan keadaan yang lebih baik di wilayah ini dibandingkan dengan dua tahun lalu dan kami memiliki persatuan di negara ini," tegasnya.(IT/TGM)