Islam Times 15 Oct 2019 142019000000Tue, 15 Oct 2019 14:38:17 -0400 14:38 https://www.islamtimes.org/id/news/822130/tidak-ada-lagi-ancaman-yang-dapat-membawa-iran-kembali-ke-meja-perundingan-dengan-as -------------------------------------------------- Title : Tidak Ada Lagi Ancaman Yang Dapat Membawa Iran Kembali ke Meja Perundingan Dengan AS -------------------------------------------------- IslamTimes-"Rusia menentang pembubaran perjanjian nuklir Iran karena akan membawa banyak konsekuensi yang merugikan," tambahnya. Text : Rusia dengan tegas mengutuk sanksi sepihak AS terhadap Iran dan percaya bahwa tidak ada ancaman yang dapat membawa negara itu kembali ke meja perundingan dengan Washington, kata Ketua Dewan Federasi Rusia, Senin (14/10/19). Valentina Matviyenko, Ketua Dewan Federasi Rusia, membuat pernyataan dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani di sela-sela Majelis 141 Antar-Parlemen Uni (IPU) di Beograd Serbia. "Rusia menentang pembubaran perjanjian nuklir Iran karena akan membawa banyak konsekuensi yang merugikan," tambahnya. Sambil menekankan pentingnya dialog, ia mengatakan, "Posisi Rusia telah diumumkan dengan jelas ke Amerika Serikat. Langkah-langkah Trump telah meningkatkan ketegangan ke titik yang mengkhawatirkan. " Dia kemudian memuji peran dan upaya efektif Iran dalam menemukan cara untuk mengembalikan stabilitas dan pembentukan gencatan senjata di Suriah. Dia juga memberi tahu pihak Iran tentang mekanisme untuk memperluas perdagangan antara Teheran dan Moskow. Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, untuk bagiannya, mengatakan kepercayaan serius telah dibangun antara para pemimpin kedua negara. "Mengingat langkah destruktif Trump di kancah internasional, para pemimpin dunia perlu membangun lebih banyak kepercayaan di antara mereka sendiri dalam upaya untuk membalikkan dampak negatif dari tindakannya," tambah Larijani. Menuju delegasi parlementer, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani tiba di Beograd pada hari Minggu untuk menghadiri Majelis 141 dari Inter-Parliamentary Union (IPU). Delegasi parlemen, termasuk 70 pembicara, 40 wakil pembicara, dan 700 anggota parlemen, dari 140 negara berpartisipasi dalam acara tersebut mulai 13 hingga 17 Oktober.(IT/TGM)