0
Saturday 8 September 2018 - 19:53

Donald Trump, Jangan Pecat Para Staf Anda dari Nut House!

Story Code : 748822
Fear: Trump in the White House
Fear: Trump in the White House
Dalam sebuah opini di New York Times (NYT) yang diterbitkan pada tanggal 5 September 2018 berjudul "I Am Part of the Resistance Inside the Trump Administration", para pakar politik di Washington DC yang duduk manis dengan pasta legit, tiba-tiba mencabik-cabik rambut dan mencakar-cakar muka mereka sendiri untuk mencari tahu "siapa" dibalik cerita misterius yang menulis opini tersebut. Baca: https://www.nytimes.com/2018/09/05/opinion/trump-white-house-anonymous-resistance.html

Donald Trump yang biasa tiap hari berbuih mulutnya seperti banteng ketaton, menggelepar dan terhuyung-huyung membentur-benturkan kepala kosongnya ke lantai, ruang tempat biasa dia berdansa dan menari. Tanpa pikir panjang, Trump membuka tablet, mengancam dan menuliskan deretan tweet ke NYT menuntut untuk mengungkap nama penulis misterius yang menurutnya adalah ancaman terhadap keamanan nasional AS.

Tapi NYT, punya maruah dan tak bergeming dengan berpegang teguh dengan prinsip jurnalistik, mencibir ancaman dan menyembuyikan nama penulis misterius.

Opini berjudul "I Am Part of the Resistance Inside the Trump Administration",- (Terjemahan bebas bahasa Indonesia,- "Saya Adalah Bagian dari Perlawanan di Dalam Administrasi Trump,")- mengungkap bagaimana penulis misterius dan pejabat senior lain di Trump Nuthouse sibuk menjaga "kejeniusan stabil" dan menyatakan sudah melakukan terlalu banyak kerusakan pada negara. . Donald Trump!

"Banyak pejabat senior di pemerintahannya sendiri yang bekerja tekun dari dalam untuk menggagalkan bagian-bagian agenda dan kecenderungan terburuknya," tulis salah satu penggalan opini dari sang penulis misterius.

Opini New York Times itu muncul setelah buku yang ditulis wartawan investigasi, Bob Woodward, berjudul Fear: Trump in the White House muncul dan akan dirilis pada Selasa 11 September mendatang.

Well..... Bersama dengan Carl Bernstein, reputasi menterang Bob Woodward di dunia jurnalistik tak diragukan dan tak ada orang yang meragukannya. Dia pernah mengekspos Watergate scandal pada tahun 1972-74 yang meruntuhkan reputasi presiden Nixon. Serangkaian skandal politik di Amerika Serikat yang mengakibatkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon dan mengakibatkan krisis konstitusi yang menghebohkan pada tahun 1970-an. Peristiwa itu kemudian dinamakan sesuai dengan nama sebuah hotel di Washington, D.C. tempat di mana skandal tersebut terjadi, hotel Watergate. Hotel ini merupakan bagian dari kesatuan properti yang terdiri dari berbagai kantor, hotel, dan apartemen.

Buku terbaru Bob Woodward sangat menarik dan eksplosif, sehingga membuat Donald Trump tiba-tiba panik dan mual-mual ketika mendengar ulasan buku tersebut. Trump yang biasa mendapat banyak pujian dan acungan jempol, mencabut pistol tablet, dan menuliskan kata-kata nista terhadap buku Woodward yang dia sebut sebagai berita palsu dan berdasarkan kebohongan. Baca: https://www.washingtonpost.com/politics/bob-woodwards-new-book-reveals-a-nervous-breakdown-of-trumps-presidency/2018/09/04/b27a389e-ac60-11e8-a8d7-0f63ab8b1370_story.html?utm_term=.1cecb364b7a6

Tapi apakah ada cerita detektif Conan dibalik ini? Tentu, kita akan sampai disitu, dan bersabarlah untuk waktu yang tak lama. . . . .

Ini mungkin sebuah kondisi nyaman, dan tentram di era yang kacau ini, tetapi apakah orang-orang Amerika tahu bahwa ada seorang dewasa berambut pirang dengan mulut comberan ada di sebuah ruangan dalam kondisi kesakitan?

Frustrasi dan terkapar, mungkin itu ringkasan keadaan yang dialami Trump saat ini yang biasa memanggang para stafnya. Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Pertahanan James Mattis, dan Kepala Staf John Kelly tak segan-segan menyebut Trump sebagai "idiot" dan bocah sekolah dasar, begitu bunyi tulisas dari penggalan buku Woodward. Tetapi, semua staf Trump, kini jantungnya berdebar-debar sedang menunggu api pembakaran.

Panulis opini di NYT masih misterius, bahkan jika penulisnya kelak diketahu adalah salah satu pejabat Trump, apakah dia akan mengaku kepada orang yang paling bodoh yang menempati Gedung Putih itu?

"Kami di Crazytown," kata John Kelly yang frustrasi, menurut NYT. "Saya bahkan tidak tahu mengapa ada di antara kita di sini. Ini adalah pekerjaan terburuk yang pernah saya alami," katanya.

Tidak sampai disitu, senator Elizabeth Warren bahkan mengusulkan untuk menggunakan amandemen Konstitusi untuk melengserkan comberan, Donald Trump. Warren mengusulkan itu setelah merasa tertusuk pinggangnya dengan tulisan opini di The New York Times yang mengungkapkan keprihatinan besar akan perilaku dan moral Trump. Baca: http://www.bostonherald.com/opinion/editorials/2018/09/editorial_elizabeth_warren_s_op_ed_rant_far_oversteps_bounds

Jadi para pembaca yang budiman. Identitas penulis yang kata Trump "oplosan" dan tidak punya otak itu adalah "Bagian dari Perlawanan". Apakah masih belum dimengerti arti Perlawanan dan siapa yang selama ini mengunakan kalimat "Resistance"?

Oke, mari kita mencoba menjadi Conan, kita mampu mengungkap sumber dari dalam kita sendiri secara sempurna, bahwa gerakan Perlawanan Hizbullah yang selama ini menggunakan kata "Resistance" telah menembus Gedung Putih yang diduduki Trump, dan mencoba menjatuhkan pemerintah AS dari dalam.

Semuanya ada di depan mata kita! Trump tidak harus memecat Pence, atau Mattis atau Kelly atau salah satu dari jiwa panjang yang menderita di Trump Nut House itu. Trump bahkan tidak harus mengejar Melania untuk berdansa, meskipun Trump telah menempuh jalannya sendiri, karena sudah cukup banyak orang menjadi gila yang dia nikahi.

Jadi, Donald Trump, jangan pernah memecat para staf Nut House Anda. Mereka semua tidak melakukannya. Dalang sebenarnya ada di tempat lain, dan tidak ada hal yang bisa Anda lakukan saat ini. Jadi remas dan makan hatimu, wahai mulut comberan berambut pirang! []
Artikel Terkait
Comment