0
Sunday 26 May 2019 - 09:57

Yaumul al-Quds dan Sarang Laba-Laba

Story Code : 796322
Israel
Israel's flag is torn (972mag)
Selain itu, ada faktor tambahan penting lain terkait dengan upaya AS yang terus menerus meningkatkan berbagai tekanan terhadap Republik Islam Iran. Bahkan, kelompok-kelompok anti-Iran dan pendukung perang baik di dalam maupun di luar Gedung Putih terus mengampanyekan rencana terbaiknya untuk memicu ketakutan publik, memalsukan situasi dan membangun opini publik dengan menyodorkan dua pilihan opsi kepada Republik Islam Iran, "perang atau negoisasi". Sebuah konfrontasi besar akan pecah di Timur Tengah, demikian menurut Mike Pompeo.

Sebagai langkah persiapan, pekan lalu AS telah menempatkan para staf politiknya di kedutaan Besar di Baghdad, konsulat di Erbil, Irak sebagai bentuk kesiagaan tinggi atas apa yang menurutnya sebagai ancaman yang datang dari Republik Islam Iran.

Tentu usaha AS-Zionis dan sekutu dengan menjatuhkan dua pilihan opsi adalah sebagai pembatas gerak Republik Islam Iran di wilayah, dan yang terpenting adalah kampanye pengenalann resmi "Kesepakatan Abad Ini" kepada dunia internasional.

Untuk ini, rezim al-Saud jauh-jauh hari sudah bersekongkol dengan Zionis dengan mengadakan rencana pertemuan darurat dan mendesak yang melibatkan Liga Arab (Jamiat ad-Duwal al-Arabiyya) dan Dewan Kerjasama Negara Arab Teluk Persia (PGCC).

Setidaknya ada tiga agenda penting terkait pertemuan yang digagas Saudi-Zionis ini. Pertama, pertemuan itu akan diadakan pada tanggal 25 Ramadhan, tepat dengan peringatan Yaumul al-Quds al-Alami, kedua, pertemuan itu akan diadakan di kota Makkah al-Mukarramah yang merupakan kota paling suci umat Islam, dan yang ketiga, topik utama pertemuan akan membahas "Kesepakatan Abad Ini", dan ancaman Republik Islam Iran terhadap negara-negara Arab.

Nampaknya lembaga think tank Arab-Zionis-Barat ingin melumat Republik Islam Iran yang merupakan jantung dan ruh gerakan Yaumul al-Quds, dan tentu untuk menghancurkan perjuangan pembebasan Palestina dan al-Quds. Sebuah usaha matian-matian yang dilakukan Saudi Arabia untuk menggoalkan "Kesepakatan" yang justru membahayakan dunia Islam.

Menanggapi agenda berbahaya itu, dalam pidato Sabtu, 25 Mei 2019, Sayyid Hassan Nasrallah mengajak semua orang di dunia untuk melindungi masa depan Palestina dan al-Quds dengan ikut berpartisipasi besar dalam peringatan Yaumul al-Quds Jumat depan.

Menurut Sayyid Hassan Nasrallah faktor utama di balik semua eskalasi ketegangan di wilayah adalah kesepakatan itu. Sekjen Hizbullah itu kemudian menegaskan bahwa peringatan Yaumul Quds tahun ini, dipandang sangat penting dan urgen karena Palestina sedang menghadapi konspirasi terbesar yang pernah ada, dengan adanya "صفقة القرن".

Perkembangan terbaru di kawasan dan penargetan Iran "terkait" erat hubungannya dengan "Kesepakatan" dan merupakan bagian besar rencana lama Trump yang akan diumumkan pada konferensi ekonomi Palestina di Bahrain bulan depan.

"Konflik di Teluk Persia serta ancaman yang dihadapi Iran terkait erat dengan "Kesepakatan Abad Ini"," kata Nasrallah.

Yaumul al-Quds adalah pembebasan segenap Palestina yang akan terus dituntut dan terus diusahakan.
 
Yaumul al-Quds adalah tindakan paling sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja sampai nafas-nafas sengal Palestina lepas lega.

Yaumul al-Quds adalah kemerdekaan suara-suara parau Palestina yang akan menggema penuh asa.

Yaumul al-Quds adalah suara jeritan-jeritan pilu Palestina yang kelak akan melantunkan syair kemenangan.
 
Yamul al-Quds adalah perlawanan yang terus menggelinding, memecah ketenangan bohong, membongkar kedamaian palsu.

Dan sekali lagi, Yaumul al-Quds adalah sebuah sikap PERLAWANAN yang menegaskan bahwa Israel lebih lemah dari sarang laba-laba
. [IT]





 
Artikel Terkait
Comment