2
Thursday 9 January 2020 - 04:27
Iran vs Hegemoni Global:

Pembalasan Keras Iran dan Bermoral

Story Code : 837378
Serangan rudal Iran
Serangan rudal Iran
Pembalasan tidak memakan waktu lama: Dipelajari dengan baik, terarah, kuat, fokus, dan mengirim pesan "balas dendam berat" langsung tanpa merujuk sekutu AS dan basa-basi.

Satu lawan satu; namun serangan Iran dilakukan setelah memberikan peringatan. Tidak ganas dan kejam seperti pembunuhan AS terhadap Soleimani dan teman-temannya. Serangan Iran juga menarget tentara AS secara langsung, titik fokus tujuan militer yang sah sebagai target, tidak seperti serangan AS terhadap Soleimani yang tidak berada di medan perang.

Iran tengah mengajarkan kepada musuh-musuhnya moralitas dalam merespon serangan. Namun itu tidak berarti serangan Iran di masa depan akan tetap berlandaskan pada prinsip ini. Semua tergantung pada respon balasan AS.

Berikut ini beberapa catatan dan kesimpulan dari serangan balasan Rudal Iran di pangkalan AS di Irak:

- Ketidakmampuan Sistem Pertahanan AS dalam mencegat rudal Iran dan semua target. Amerika sebelumnya mengatakan akan menghadang serangan rudal Iran.

- Akurasi dalam menarget sasaran. Hal ini terungkap dalam gambar dan video yang tersebar.

- Pukulan cepat yang dilakukan Iran setelah pemakaman para Syuhada.

- Orang sah-sah saja meyakini klaim AS yang belum mengakui jatuhnya korban atau tidak ada korban jiwa sampai sekarang. Pengakuan apa pun dari AS akan memberi tekanan psikologis pada administrasi Trump yang lebih memilih untuk meyakinkan warga Amerika dengan klaim "semuanya berjalan dengan baik".  

- Pembatalan konferensi pers Trump yang rencananya akan digelar sehari setelah serangan membuktikan bahwa Trump menghindari konfrontasi lebih lanjut.

- Trump yang mengancam akan membalas setiap tanggapan Iran dengan menggunakan senjata paling canggih ternyata lebih memilih diam dan menggerendel mulut. Trump sadar, semakin membuka mulut maka keselamatan pangkalan AS lain di wilayah dan Zionis "Israel" akan berada dalam ancaman besar. Iran tidak membedakan antara AS dan Israel, keduanya dalam daftar pembalasan Iran jika AS membalas serangan Iran.

- Iran tidak takut terhadap segala bentuk ancaman AS. Setelah respon balasan kemarin, Iran memperkuat kekuatan pertahanan sehingga AS akan berfikir sekian kali untuk membalas serangan Iran di masa depan. Iran dengan berani membuktikan; tidak hanya dalam pidato maupun twitter.

- Jika situasi tetap stagnan dan tidak berkembang luas, ini mencerminkan AS masih sibuk berkompromi dengan sekutu-sekutunya. Sementara serangan balasan Iran akan menghancurkan AS dengan cepat.

- AS harus mempertimbangkan kembali lokasi pangkalan-pangkalan militernya di kawasan, khususnya di Irak, setelah dihantam rudal Iran.

- Respons Iran jelas berdampak positif di kawasan dan khusnya kasus nuklir Iran. Negosiasi seputar kekuatan balistik Iran tidak lagi dipermasalahkan setelah terungkap bahwa balistik Iran merupakan salah satu elemen pencegah untuk mempertahankan tanah air dan kepentingan negara.

- Posisi sekutu Iran dalam poros perlawanan lebih kuat, terutama dalam menghadapi Zionis "Israel".

- "Israel" khawatir jika situasinya tidak kian memburuk. Israel ingin mendorong AS berkonfrontasi militer secara langsung dengan Iran. Hal yang akan meningkatkan ketegangan di dalam entitas pendudukan Zionis Israel. [IT]

 
Artikel Terkait
Comment