0
Tuesday 21 January 2020 - 14:24

Boikot Inggris Terhadap Hizbullah

Story Code : 839760
Pendukung Hizbullah di London (majalla)
Pendukung Hizbullah di London (majalla)
Langkah Inggris dapat dilihat dari beberapa aspek:

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang saat ini berada dalam kondisi tekanan politik dan ekonomi kritis, tengah berupaya mengalihkan opini publik dari krisis domestik negara itu dengan menciptakan keresahan global.

Sebelumnya dia membayar suap ke negara-negara Arab regional, terutama Arab Saudi dan negara-negara Barat yang telah menjadi faktor penentu untuk perilaku beberapa negara seperti AS, Prancis dan Inggris. Langkah terbaru Inggris terhadap Hizbullah juga dapat diperiksa dalam konteks yang sama.

Dalam situasi saat ini, Hizbullah memainkan peran penting dalam stabilitas politik dan keamanan Lebanon. Oleh karena itu, tindakan Inggris sebenarnya menegaskan intervensi langsung dalam urusan dalam negeri Lebanon untuk menghambat proses pembentukan pemerintah dan membuat negara tersebut tidak aman terhadap agresi Israel dan menjarah sumber daya minyak, gas, dan air negara itu.

Poin jelasnya, Hizbullah praktis kini menjadi bagian dari struktur politik Lebanon selama bertahun-tahun dengan kehadirannya di parlemen dan kabinet, sehingga boikot Hizbullah berarti boikot Lebanon.

Para pejabat Inggris, yang hampir tidak punya tempat di Uni Eropa (UE) karena Brexit, tengah berupaya mendapatkan dukungan ekonomi AS yang telah menetapkan kebijakan luar negerinya sejalan dengan kebijakan Gedung Putih dan bahkan menjadi boneka di tangan AS.

Tindakan Inggris juga dapat dilihat sebagai tindak lanjut langkah terbaru  pemerintah terhadap Front Perlawanan dan Republik Islam Iran. Menjual senjata skala besar ke Arab Saudi dan UEA, partisipasi dalam invasi ke Yaman, mendukung pembunuhan para komandan gerakan perlawanan di bandara Baghdad, merencanakan dan menyiapkan tanah untuk mengaktifkan "mekanisme pemicu" untuk rencana 12 pasal Trump terhadap Iran, mendukung sanksi baru AS terhadap Tehran, mengutuk operasi pembalasan Iran setelah pembunuhan komandan Soleimani, dan terakhir mendaftarkan Hizbullah sebagai teroris adalah beberapa contoh langkah permusuhan nyata dari Inggris.

Mengingat peran Hizbullah yang signifikan dalam perang melawan terorisme, boikot gerakan ini dapat dianggap sebagai aspek lain dari dukungan nyata Inggris terhadap terorisme, yang mengungkap sifat tidak manusiawi Inggris lebih dari sebelumnya.

Perilaku Inggris menunjukkan fakta, semua krisis di Asia Barat dan Barat Daya berakar pada intervensi sistem hegemonik. Dan satu-satunya cara untuk mengakhiri situasi ini adalah dengan membentuk persatuan global mengusir orang asing di kawasan. Sebuah langkah yang akan menghasilkan stabilitas dan keamanan secara global. [IT]


 
Artikel Terkait
Comment