0
Wednesday 20 May 2020 - 05:42

Tentang Yaumul Quds Internasional

Story Code : 863706
Tentang Yaumul Quds Internasional
Pengantar
 
Dengan dimulainya babak baru penyerangan Israel terhadap Libanon Selatan, Imam Khumeini pada 16 Murdad 1358 HS bertepatan dengan 13 Ramadhan 1399 H mengeluarkan pernyataan resmi bahwa hari Jumat terakhir pada bulan Ramadhan ditetapkan sebagai Hari al-Quds.
 
Bismillahi Rahmanir Rahim
 
“Saya selama beberapa tahun telah memperingatkan kepada umat Islam terkait ancaman Rezim Zionis Israel. Kini Israel dengan buas menyerang saudara-saudara kita di Palestina serta Libanon Selatan. Untuk memberantas pejuang Palestina, Israel tak segan-segan membombardir rumah-rumah warga.
Saya meminta seluruh umat Islam dunia untuk menjadikan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan - yang termasuk malam-malam Lailatul Qadar dan juga dapat menjadi penentu nasib bangsa Palestina - sebagai Hari Quds dan mengumumkan solidaritas internasional umat Islam dalam mendukung hak-hak legal bangsa Palestina. Saya berdoa semoga kaum Muslimin mencapai kemenangan atas orang kafir”.
 
Masalah Palestina dan Baitul Maqdis atau popular disebut masjid “Al-Quds” adalah masalah penting bagi Islam dan umat Islam. Penting karena Palestina sebagai negara muslim telah dijajah oleh Israel dan “Baitul Maqdis” yang ada di dalamnya sebagai simbul kesucian Islam dirampas. Sejak Iran berubah menjadi negara Islam, Imam Khumaini tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan kebebasan Palestina dan masjid Al-Aqso dari penjajah Israel. Imam Khumaini juga tidak pernah berhenti mengajak umat Islam dunia agar bangkit membebaskan seluruh tanah Paletina, dari Laut Tengah hingga Sungai Yordan. Imam Khumaini mengatakan: “Israel harus lenyap dari keberadaannya”.
 
Imam Khumaini tidak pernah berhenti menyampaikan kepada umat Islam dunia untuk menjelaskan tentang alasan; kenapa Palestina dijajah dan masjid al-Aqso hilang dari pangkuan umat Islam. Pada saat yang sama, Imam Khumaini juga memberikan solusi untuk mengambil alih kembali.
 
Kenapa Pendudukan Israel?
Menurut Imam Khumaini, ada beberapa sebab yang menjadikan Palestina dan al-Aqsa (al-Quds) berada dalam pendudukan Israel dan belum bisa dibebaskan hingga sekarang ini. Di antaranya adalah:
  1. Para penguasa lebih tunduk pada sistem organisasi dunia daripada keinginan rakyatnya. Seringkali mereka berbuat hanya untuk mempertahankan singgahsananya dan kepentingan pribadi mereka sendiri dengan cara mengorbankan kepentingan umat dan melepaskan tempat-tempat suci mereka.
  1. Mayoritas penguasa negara Islam tidak memiliki kelayakan untuk mempimpin negaranya sehingga tidak mampu mewakili rakyatnya. Mereka adalah para tiran yang dikuasai oleh kekuatan asing. Di samping itu, mereka jauh dari Islam dan hukum-hukumnya sehingga mereka menjadi semakin lemah, pecah belah dan mudah dirusak oleh kekuatan lain. Itulah yang menyebabkan masalah Palestina semakin rumit tanpa penyelesaian.
 
Imam Khumaini (qs) mengatakan: “Seandainya para penguasa negara Islam itu benar-benar mewakli rakyatnya, beriman kepada hukum Islam dan melaksanakannya, mengesampingkan perselisihan yang bersifat parsial, menahan diri dari perusakan dan perpecahan, bersatu padu di antara mereka, niscaya segelintir penjahat Yahudi ini tidak akan bisa berbuat seperti yang mereka perbuat sekarang ini, sebesar apa pun dukungan yang diberikan Amerika dan Inggris. Kemampuan yang dimiliki Israel yang kita saksikan sekarang ini, karena pemimpin negara-negara muslim tidak punya kemampuan untuk memimpin”. Beliau juga mengaakan: “Perselisihan para pemimpin negara itulah yang membuat masalah Palestina semakin sulit untuk diselesaikan”.
 
Di sisi lain Imam Khumaini mengatakan: “Sebagian penguasa Arab berada dalam pengaruh kekuatan asing dan juga karena kesombongan mereka, telah membuat puluhan juta bangsa Arab kehilangan kemampuan untuk menyelamatkan Palestina dari tangan penjajah Israel”.
  1. Imam Khumaini melihat banwa perundingan politik yang sering dilakukan oleh para pemangku kekuasaan tidak bisa menyelesaikan masalah Palestina. Yang bisa menyelesaikan masalah Palestina hanya perlawanan. Imam Khumaini mengatakan: “Banyak pemeritahan yang sibuk dengan perjanjian dan perundingan yang tidak menghasilkan apapun dan mengabaikan para pejuang Palestina melakukan perlawanan terhadap Israel dengan berani sendirian”.
Kenapa Al-Aqso?
  • Masjid Al-Aqso adalah kiblat pertama bagi umat Islam sebelum kemudian digantikan dengan Kabah di Masjidil Haram, Makkah.
    Tempat diangkatnya Rasulullah menuju langit dalam perjalanan Isra` Mi`raj dan para nabi solat di dalamnya.
    Masjid Al-Aqso adalah tempat sholat para Nabi dan malaikat: Nabi Saw bersabda: “Sungguh Baitul Maqdis (al-Aqso) telah dibangun oleh para nabi dan dimakmurkan oleh mereka. Tidak ada tempat sejengkal pun di dalamnya kecuali telah dijadikan tempat solat oleh nabi dan malaikat”.
Pentingnya Bergabung dalam Yaumul Quds
Imam Khumaini mengatakan: “Mereka yang tidak ikut bergabung dalam Yaumul Quds adalah sama artinya sepakat dengan Israel dan melawan Islam”. Imam Khumaini juga mengatakan; “Hari Al-Quds adalah hari peringatan bagi kekuatan besar dunia bahwa Islam tidak akan bisa dikendalikan oleh para penjahat antek-antek negara adidaya”.
 
Nabi Saw bersabda: “Senantiasa ada sekelompok dari umatku, menampakkan kebenaran kepada para musuh kuat mereka, mereka tidak akan terganggu oleh orang yang menentangnya sehingga datang kepada mereka perintah Allah Azza wajalla, seperati itulah kondisi mereka”. Mereka bertanya; “Ya Rasulullah, dimanakah mereka? Nabi Saw menjawab: “Mereka itu berada di Baitul Muqoddas (Al-Quds) dan di sekitar Al-Quds”.
 
Cara Mengembalikan Masjid Aqso dan Palestina
Setelah memetakkan problem dan sebab-sebabnya sepenjang waktu, Imam Khumaini selama bertahun-tahun berusaha menyelesaikan problem Palestina ini. Imam Khumaini mengarahkan kaum muslimin pada kenyataan yang apabila diyakininya atau dimanfaatkannya dengan baik, maka kaum muslimin pasti bisa mengembalikan Al-Quds dan Palestina kepada asalnya. Dalam hal ini Imam Khumaini mengatakan: "Apabila Umat Islam tidak bangkit dan tidak mengetahui kewajibannya, apabila ulama Islam tidak merasa bertanggung jawab dan tidak melawan, apabila Islam hakiki yang akan memunculkan persatuan dan kesatuan seluruh kalangan kaum Muslimin di semua negara-negara Islam jatuh ke tangan agen-agen asing dan berada dibawah panji-panji penjajah, maka masa depan masyarakat Islam akan suram, pilar Islam dan hukum-hukum Alquran akan menemui kehancuran". Di antara kenyataan dan bukti-bukti keberhasilan itu adalah:
 
  • Kembali kepada Islam Muhammadi al-Ashil dan sumber-sumbernya serta komitmen terhadap hukum-hukumnya. Imam Khumaini mengatakan: “Selama kita tidak kembali kepada Islam, yaitu Islamnya Rasulullah Saw, maka problem kita akan tetap utuh tanpa perubahan dan kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah Palestina”.
  • Menolak semua bentuk kesepakatan dan perjanjian damai dengan Israel, karena kesepakatan dan perjanjian itu berarti pengakuan atas eksistensi Israel dan penjajahannya. Padahal Israel adalah perampas dan teroris yang tidak memiliki legalitas sama sekali. Imam Khumaini mengatakan: “Perjanjian Camp devid dan perjanjian serupa lainnya adalah bertujuan untuk memberi ligalitas penjajah Israel demi kepentingan Israel”.
Imam Khumaini juga mengatakan: “Saya menganggap bahwa upaya pengakuan keberadaan Israel adalah sama dengan bencana bagi kaum muslimin dan sama saja dengan runtuhnya seluruh pemerintahan. Saya anggap bahwa menyatakan penentangan terhadap upaya tersebut adalah kewajiban Islam yang sangat besar”.
  • Mencabut segera materi perjanjian curang yang dilakaukan Israel, dan tidak hanya sekedar mengecam terhadap kejahatan Israel. Imam Khumaini mengatakan: “Israel adalah perampas dan harus segera pergi dalam waktu secepatnya. Jalan keluar satu-satunya adalah hendaknya saudara-saudara kita Palestina segera mencabut perjanjian curang ini dalam waktu secepat-cepatnya”.
  • : Memanfaatkan sarana militer yang bersandar pada iman. Imam Khumaini mengtakan: “Demi membebaskan Al-Quds, harus memanfaatkan dari kekuatan yang bersumber dari iman dan kekuatan Islam, meninggalkan permainan politik yang beraroma menyerah serta menjauhkan keinginan untuk memuaskan kekuatan adidaya”.
 
  • Membangun persatuan muslimin demi menghadapi berbagai tantangan, utamanya untuk menghadapi dan memotong benih-benih kerusakan yang ditanam oleh Israel. Imam Khumaini mengatakan: “Saya selalu tegaskan tentang persatuan Islam di dunia demi menghadapi para musuh termasuk di dalamnya Israel”. Imam Khumaini juga berkata: “Saya berharap umat Islam bisa bebas dari perselisihan, semua pemerintahan bisa fakus pada persoalan Islam, maka dengan bersandar pada kehendak Tuhan mereka akan segera bisa memotong akar kangker ini dari tanah mereka”.
 
  • Membela tujuan hak rakyat Palestina yang mulia dan melindungi para mujahidin serta mendukung kebangkitan mereka. Di situlah jalan menuju pembebasan Palestina. Imam Khumaini mengatakan: “Negara-negara Islam hendaknya mendukung dengan segala kekuatannya terhadap tujuan rakyat Palestina serta mendukung gerakan-gerakan pembebasan di seluruh dunia”. Imam Khumaini juga mengatakan: “Kita harus memberi bantuan untuk semua demontrasi dan perlawanan bangsa Palestina untuk melawan kezaliman Israel agar dapat segera mengalahkan perampok yang buas ini”.
 
Ke tujuh;Bangsa-bangsa muslim hendaknya bisa menekan para penguasa agar membantu melawan Israel dengan menggunakan kekuatan militer dan senjata minyak”. Beliau juga mengatakan: “Apapila kalian ingin menyelamatkan Palestina, maka semua bangsa harus bangkit mendorong pemerintahannya untuk melawan Israel”. “Seluruh bangsa wajib mendorong pemerintahan mereka agar bangkit secara serius untuk menghdapi Amerika dan Israel dengan menggunakan kekuatan militer dan senjata minyak”.
 
Hari Quds Dicetuskan
Karena pentingnya masalah Al-Quds dan Palestina, Imam Khumaini ingin agar masalah ini tetap hidup langgeng di dalam hati nurani dan pikiran setiap umat manusia, sampai Palestina dan Al-Aqso benar-benar bebas dari cengkeraman penjajah dan hegomoni negara adidaya, maka Imam Khumaini mengumumkan hari khusus untuk Al-Quds Internasional. Hari dan waktu yang dipilihnya untuk mengumumkan adalah hari yang memiliki nilai spiritual dan maknawiyah tinggi. Beliau mengatakan: “Saya menyeru seluruh kaum muslim dunia untuk menjadikan jumat terakhir bulan Ramadan yang penuh berkah yang juga salah satu dari hari-hari al-Qodar sebagai hari Al-Quds, untuk bisa menjadi ketetapan dalam menentukan nasib bangsa Palestina. Melalui upacara persatuan umat Islam dunia ini, hendaknya mereka dapat menyatakan pembelaan terhadap hak-hak konstitusional bangsa Pelestina yang muslim”.
 
Imam Khumaini menentukan jumat terakhir bulan Ramadan sebagai hari al-Quds karena melihat sisi spritualitasnya, yaitu; siang hari jumat yang diliputi oleh malam-malam Qodar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Dengan semangat suasana bulan mulia, Imam Khumaini berusaha mengaitkan bulan yang suci ini dengan tempat yang amat suci pula, yaitu Baitul Maqdis (Al-Quds). Tujuan utamanya adalah agar hari itu menjadi simbul seluruh persoalan Palestina, sehingga umat Islam mampu menghadapi musuh-mush agama dan kemanusiaan dengan bersandar pada kekuatan spiritualitas bulan Ramadan
 
Apa itu Yaumul Quds?
 
Hari Perlawanan
Yaumul Quds adalah hari perlawanan bangsa tertindas terhadap bangsa yang congkak dan sombong. Imam khumaini mengatakan: “Yaumul Quds Internasional, tidak hanya sebagai hari khusus untuk Al-Quds saja, Yaumul Quds adalah hari perlawanan bangsa-bangsa tertindas terhadap bangsa-bangsa yang congkak ”. “Yaumul Quds adalah hari dimana nasib perjalanan bangsa-bangsa tertindas ditentukan. Yaitu, hari di mana seluruh bangsa tertindas wajib menyatakan eksistensinya di hadapan negara-negara congkak dunia”.
 
Yaumul Quds adalah hari untuk mengumpulkan seluruah bangsa tertindas dan menyatukan kekuatan mereka sehingga terbentuklah kebangkitan bangsa-bangsa tertindas. Dari sisis ini, Imam Khumaini menyatakan: “Yaumul Quds adalah hari Islam, hari kepedulian Islam secara umum. Saya berharap masalah ini menjadi pengantar terbentuknya golongan (partai) orang-orang tertindas di seluruh dunia. Saya berharap kelak akan muncul golongan bernama golongan “Mustadafin” di dunia”.
 
Hari Islam
Yaumul Quds terkandung di dalamnya makna Islam sebagai agama Ilahi yang ingin memperbaiki dunia, melenyapkan kezaliman dan mendirikan keadilan. Salah satu simbul yang nyata adalah “Al-Quds”. Menghidupkan “Yaumul Quds”, sama dengan menghidupkan agama, mendirikannya dan menyebarkannya. Selaras dengan pengertian ini, Imam Khumaini mengatakan: “Yaumul Quds adalah hari Islam. Yaumul Quds adalah hari yang di dalamnya menghidupkan Islam dan keharusan melaksanakan aturannya di negara-negara Islam. Yaumul Quds harus menjadi hari peringatan bagi semua kekuatan bahwa Islam tidak akan lagi berada di bawah kekuasaan mereka melalui para antek-anteknya yang jahat
 
Hari Pemisah
Yaumul Quds adalah bentuk nyata dari komitmen terhadap Islam dan bukti nyata mengikuti ajaran Islam serta bentuk pelaksanaan dari hukum syariatnya. Yaumul Quds adalah hari yang memisahkan antara makna muslim yang murni dari muslim yang tidak murni. Dengan kata lain, yaumul Quds adalah hari yang memisahkan antara orang-orang mukmin dari orang-orang munafik. Imam Khumaini mengatakan: “Sungguh hari ini adalah hari yang akan menjadi pemisah antara orang-orang munafik dan orang-orang mukmin. Bagi mereka yang komitmen pada Islam, mereka menganggap hari ini sebagai hari pembebasan Al-Quds dan mereka akan melakukan apa pun yang harus mereka lakukan. Sedang orang-orang munafik pada hari itu tidak akan perduli atau bahkan melarang semua bangsa untuk melakukan demontrasi”.
 
Peringatan Hari Al-Quds di Dunia
Saat ini lebih dari 80 negara Islam dan non-Islam menggelar demonstrasi sebagai bentuk solidaritas menyuarakan pembebasan Al-Quds dari tangan Rezim Zionis. Di antara negara-negara itu diantaranya adalah Malaysia, India, Singapura, Indonesia, Turki, Amerika, Kanada, Norwegia, Azerbeijan, Sudan, Inggris, Bahrain, Bosnia, Herzegovina, Tunisia, Pakistan, Australia, Jerman, Rumania, Kuwait, Spanyol, Afrika Selatan, Swedia, Venezuela, Albania, Yaman dan Yunani.
 
Berbagai kantor berita Barat dan mainstream mengambil sikap diam atau memberitakan dengan menggunakan pilihan diksi seperti ribuan orang atau puluhan ribu orang ikut demonsrasi Hari Quds dalam menyiarkan demonstrasi Yaumul Quds. [IT]
 
Oleh Miqdad Turkan
 
Artikel Terkait
Comment