0
Wednesday 13 May 2015 - 17:03

Wawancara: Tak Ada Satu Jet Tempur Saudi yang Bisa Terbang Tanpa AS

Story Code : 460495
Sara Flounders, co-direktur the International Action Center
Sara Flounders, co-direktur the International Action Center
Press TV melakukan wawancara dengan Sara Flounders, co-direktur the International Action Center, di New York, membahas serangan udara terbaru Bani Saud terhadap Yaman meskipun pekan lalu Riyadh mengumumkan gencatan senjata.

Berikut ini adalah transkrip bebas wawancara tersebut.

Press TV: Meskipun jeda 5 hari diumumkan oleh Arab Saudi, dilanggar sejak awal, mengapa Arab Saudi tidak menghormati gencatan senjata sendiri?

Flounders: Arab Saudi tidak menghormati hak-hak setiap orang, sehingga tak mengherankan jika mereka tidak menghormati gencatan senjata yang mereka sendiri sepakati. Seluruh serangan terhadap warga Yaman benar-benar kriminal, ilegal dipandang dari standar apapun. Pemboman terbaru benar-benar keterlaluan. Fakta menunjukkan Arab Saudi tidak menghormati gencatan senjata ... tidak menghormati warga tetangga, bahkan terhadap populasi mereka sendiri.

Press TV: Tidak diragukan lagi, Arab Saudi sudah melanggar hukum kemanusiaan internasional bahkan berperang tanpa mandat jelas dari PBB, tetapi sekali lagi, mengapa PBB tidak melakukan apapun mengenai hal itu?

Flounders: PBB tidak melakukan apapun mengenai itu karena akan .... Siapa yang mendukung penuh serangan Arab dari setiap tahapan, tidak ada satu pemboman tanpa restu AS. Seluruh infrastruktur di Arab Saudi, terutama militer, pengawasan telekomunikasi, pengoperasian pesawat tempur, pemboman, semua ditangani oleh AS, dari pelatih, penasihat, kontraktor dan setiap langkah tahapan.

Satu jet Saudi tidak akan bisa terbang tanpa komunikasi dengan pengawasan AS. Itu adalah tujuan Arab Saudi bermain-main dengan AS bertahun-tahun. Jadi, hal yang sama dalam operasi didalam PBB, Arab Saudi mempunyai pelindung nyata di PBB dalam perang kriminal, dan itu adalah Amerika Serikat. Dan sepenuhnya, pemboman ini berlangsung atas persekongkolan dan kesepakatan AS.[IT/Onh/Ass]
Artikel Terkait
Comment