0
Sunday 5 August 2018 - 15:10
Invasi Arab Saudi di Yaman:

Demo Para Wanita Yaman untuk 'Perlawanan' setelah Pembantaian Saudi

Story Code : 742584
Women protest against the Saudi war in Sana
Women protest against the Saudi war in Sana'a, Yemen.jpg
 Para demonstran berbaris di jalan-jalan utama Sana'a pada hari Sabtu (4/8) sambil membawa plakat dan bendera nasional Yaman.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan kecaman atas perang Saudi, yang telah merenggut nyawa ribuan orang Yaman selama tiga tahun terakhir.

Beberapa pengunjuk rasa mengangkat senapan untuk menggarisbawahi perlunya perlawanan terhadap para agresor.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melancarkan perang brutal, dengan sangi Operasi Badai Tegas, melawan Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal ulang mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh, dan menghancurkan gerakan populer Houthi Ansarullah.

Serangan awalnya terdiri dari kampanye pemboman, tetapi kemudian digabungkan dengan blokade laut dan penyebaran pasukan darat ke Yaman.

Namun, perang yang dipaksakan sejauh ini gagal mencapai tujuannya, berkat perlawanan keras dari pasukan Yaman dan sekutu Houthi yang bersekutu.

Beberapa negara Barat telah memasok Arab Saudi dengan senjata canggih dan peralatan militer.

Yaman sekarang menderita krisis kemanusiaan terburuk di dunia karena agresi dan pengepungan Saudi.

Serangan Hudaydah yang fatal

Dalam kejahatan perang terbaru di Yaman, pesawat tempur Saudi menyerang sebuah rumah sakit dan sebuah pelabuhan nelayan di Hudaydah pada hari Kamis (2/8).
 
 
Artikel Terkait
Comment