0
Saturday 1 September 2018 - 17:36
PBB dan Konflik Palestina:

Palestina Mengutuk Pemutusan Pendanaan UNRWA, Entitas Zionis Mendukung

Story Code : 747423
United Nations Relief and Works Agency (UNRWA)..jpg
United Nations Relief and Works Agency (UNRWA)..jpg
“Kami mengutuk resolusi dan menolaknya. Amerika tidak dapat menghentikan UNRWA karena keputusan untuk membentuk lembaga itu diterima oleh Majelis Umum PBB,” kata Sekretaris Jenderal Eksekutif PLO Saeb Erekat.

"AS tidak dapat memberi selamat atas pencurian tanah Palestina, mencuri Jerusalem dan menyerahkannya ke Israel, dan dia tidak boleh bertindak sesuai dengan keinginan Sheldon Adelson dan Benjamin Netanyahu," tambah Erekat.

Sementara itu, Kepala Otoritas Palestina, Mahmoud Abbbas, menggambarkan keputusan AS sebagai "serangan mencolok" terhadap rakyat Palestina.

"Keputusan Amerika berturut-turut merupakan serangan mencolok terhadap rakyat Palestina dan pembangkangan resolusi PBB," kata juru bicara Nabil Abu Rdainah kepada Reuters. "Hukuman seperti itu tidak akan berhasil mengubah fakta bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki peran di kawasan itu dan bahwa itu bukan bagian dari solusi," kata juru bicara Abbas, menurut laporan media.

Di sisi lain, entitas Zionis menyambut langkah AS itu, menuduh badan yang mendukung sekitar lima juta orang Palestina "mengabadikan" konflik Timur Tengah.

"Israel mendukung langkah AS," kata seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang tidak mau disebutkan jatidirinya.

"Mengkonsolidasikan status pengungsi Palestina adalah salah satu masalah yang melanggengkan konflik."

Sebelumnya pada hari Jumat (31/8), Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa pemerintah Donald Trump telah memotong semua pendanaan untuk UNRWA, mengatakan: "Amerika Serikat tidak akan lagi meberikan pendanaan lebih lanjut untuk operasi cacat yang tidak dapat ditebus ini."

Langkah itu dipratinjau oleh media AS dalam beberapa pekan terakhir setelah email dari menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, bocor menunjukkan minatnya untuk "mengganggu" badan PBB.

Pekan lalu, kepala UNRWA Pierre Kraehenbuehl, menyarankan agar Amerika Serikat memangkas anggarannya untuk menghukum Palestina karena kritik mereka terhadap pengakuan Amerika terhadap Al-Quds sebagai ibukota Israel, tetapi dia memperingatkan bahwa masalah pengungsi Palestina tidak akan hilang.[IT/r]
Top of Form
Bottom of Form
 
 
 
Artikel Terkait
Comment