0
Tuesday 4 September 2018 - 13:29

Dana Bantuan 2,17 Miliar Euro untuk Perangi Boko Haram

Story Code : 747954
Kelompok Boko Haram di Nigeria (AFP)
Kelompok Boko Haram di Nigeria (AFP)
Donatur Internasional dalam konferensi internasional di Berlin pada Jumat menyepakati untuk mengucurkana dana bantuan sebesar 2,17 miliar Euro untuk membantu misi memerangi kelompok Boko Haram di Afrika.

Menurut laporan AFP, Selasa 04/09/18, Kementerian Luar Negeri Jerman menyebut dana bantuan sebesar itu akan dikucurkan dalam beberapa tahun ke depan untuk negara-negara Afrika di sekitar Danau Chad yang menjadi basis Boko Haram.

Negara-negara yang dimaksud antara lain Nigeria, Chad, Niger dan Kamerun. Negara-negara tersebut menjadi target serangan paling mematikan yang dilakukan oleh Boko Haram.

Kementerian Luar Negeri Jerman juga menyebutkan bahwa dana bantuan lainnya sekitar US$ 467 juta akan diberikan dalam bentuk pinjaman berbunga rendah.

Otoritas Jerman lebih lanjut mengungkapkan keinginan untuk menambahkan bantuan 100 juta Euro sebagai bantuan kemanusiaan untuk kawasan tersebut pada tahun 2020 mendatang. Kemudian juga bantuan 40 juta Euro untuk pencegahan konflik dan stabilisasi.

"Konferensi ini menunjukkan apa saja yang mungkin dilakukan ketika Anda bekerja bersama," sebut Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas. Konferensi serupa yang digelar tahun lalu berhasil menggalang dana sebesar US$ 672 juta.

Menjelang digelarnya konferensi donatur tahun ini, sekitar 10 organisasi non-pemerintah (NGO) di kawasan Afrika menyebut 11 juta orang secara mendesak membutuhkan bantuan kemanusiaan. Konflik yang tak kunjung berakhir semakin memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.

Area di sekitar Danau Chad tergolong sulit diakses. Kebanyakan bantuan kemanusiaan harus disalurkan langsung oleh konvoi bersenjata dan para staf dibawa dengan helikopter yang biaya sewanya tidak murah.

"Pemberontakan dan operasi militer di sebanyak empat negara telah memaksa 2,4 juta orang mengungsi dan membuat 5 juta orang tidak terjamin mendapat akses makanan, sementara itu secara signifikan mengurangi aktivitas ekonomi," sebut pernyataan gabungan yang ditandatangani sejumlah NGO seperti Dewan Pengungsi Norwegia, Save the Children dan Action Against Hunger. [IT/Afrp/Detik]


 
Artikel Terkait
Comment