0
Wednesday 5 September 2018 - 23:14

Utusan PBB Desak Pemerintah Irak Hindari Kekerasan atas Pendemo di Basra

Story Code : 748313
Protes rakyat di Irak
Protes rakyat di Irak
Wakil Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Irak Ján Kubis menyatakan duka cita atas jatuhnya para korban tewas dalam kekerasan antara pasukan keamanan dan para pemrotes atas kurangnya pelayanan publik di Basra.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs web Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI), pada Rabu, 05/09/18, Kubis menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dan berharap mereka yang terluka cepat sembuh.

"Mr Kubis meminta untuk tenang, dan mendesak pihak berwenang untuk menghindari penggunaan kekuatan tidak proporsional dan mematikan terhadap para demonstran, memberikan perlindungan yang diperlukan bagi rakyat Basra, memastikan hak asasi manusia sekaligus melindungi hukum dan ketertiban," kata pernyataan itu.

Kubis juga meminta "menyelidiki dan pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas pecahnya kekerasan". Dan menyerukan kepada pemerintah Irak melakukan yang terbaik untuk menanggapi tuntutan orang-orang yang berhak atas air bersih dan pasokan listrik sebagai masalah yang mendesak.

Enam demonstran Irak tewas, sementara 60 lainnya luka-luka pada Selasa dalam bentrokan dengan pasukan keamanan di Basra.

Menurut situs BasNews, bentrokan meletus setelah para pengunjuk rasa menyerbu gedung pemerintah Basra dan membakarnya, mendorong pasukan keamanan untuk menembaki yang menyebabkan enam pengunjuk rasa tewas dan setidaknya 60 orang terluka.

Pemerintah Irak kemudian memberlakukan jam malam di provinsi selatan untuk meredakan bentrokan antara kedua belah pihak.

Basra yang kaya minyak adalah salah satu kota Irak selatan yang baru-baru ini menjadi ajang protes massal atas keadaan ekonomi negara yang mengerikan. Para demonstran berkumpul menentang layanan publik yang buruk dan korupsi. [IT/onh/Ass]


 
Artikel Terkait
Comment