0
Thursday 22 November 2018 - 13:36
Rusia dan Nuklir Dunia:

Rusia Menyerukan Perubahan Aturan Penggunaan Senjata Nuklir

Story Code : 762636
Russian mobile intercontinental ballistic missile named RS-12M Topol.jpg
Russian mobile intercontinental ballistic missile named RS-12M Topol.jpg
Dalam sebuah dokumen yang diadopsi oleh Komite Pertahanan dan Keamanan, para anggota parlemen telah merekomendasikan untuk menyiapkan revisi baru dari 'Dasar-dasar Kebijakan Pencegahan Nuklir Federasi Rusia'.

Revisi harus mencakup definisi kondisi untuk penggunaan senjata nuklir dan membuat keputusan sebagai tanggapan terhadap "penggunaan hipersonik dan senjata strategis non-nuklir lainnya yang hipotetis terhadap Rusia," sebuah laporan oleh kantor berita RIA mengatakan.

Johnny Michael, juru bicara Departemen Pertahanan AS, menolak mengomentari langkah itu.
 
"Kami tidak mengomentari undang-undang yang diusulkan dari negara asing," kata Michael kepada Sputnik.

Langkah anggota parlemen Rusia tampaknya merupakan reaksi terhadap kemungkinan penarikan AS dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump bulan lalu.

Pada 20 Oktober, Trump mengatakan bahwa Washington akan menarik diri dari INF, yang ditandatangani menjelang berakhirnya Perang Dingin pada 1987 oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.

Perjanjian itu, yang dipandang sebagai tonggak penting dalam mengakhiri perlombaan senjata Perang Dingin antara dua negara adidaya, melarang rudal nuklir yang diluncurkan di darat dengan jangkauan 500 kilometer hingga 5.500 kilometer dan menyebabkan penghapusan hampir 2.700 rudal jarak pendek dan menengah.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment