0
Saturday 29 December 2018 - 01:54
Irak - AS:

Kunjungan Trump ke Irak Menyatukan Anggota Parlemen Irak Menentang Kehadiran Pasukan AS

Story Code : 769096
Iraqi parliament.jpg
Iraqi parliament.jpg
"Kami tidak akan menerima pasukan asing di Irak," kata pemimpin blok parlemen Bina, Hadi al-Amiri, Jumat (28/12).

Sekretaris Jenderal Partai Rakyat untuk Reformasi Faiq al-Sheikh Ali juga menyerukan langkah-langkah yang harus diambil terhadap kunjungan Trump yang tidak diumumkan sebelumnya.

"Trump memasuki Irak, beristirahat di sini dan melakukan apa yang dia ingin lakukan, namun tidak ada yang mencegahnya. Semua orang hanya mengkritiknya."

Berpidato sebelumnya untuk sidang darurat parlemen tentang kunjungan Trump, anggota parlemen Al-Fatah Hamed al-Mousawi mengkonfirmasikan bahwa sesi darurat mungkin diadakan dan bahwa Irak memiliki kondisi untuk mengusir pasukan AS "tanpa menggunakan kekuatan."

"Irak tidak seperti sebelumnya dan Amerika tahu betul bahwa Irak memiliki kekuatan yang disaksikan dunia ketika menghadapi semua kesulitan," kata al-Mousawi.

Pemimpin blok parlemen Islah Sabah al-Saedi, kepala salah satu dari dua blok utama di parlemen Irak, juga mengecam kunjungan itu dan menyerukan sidang darurat parlemen.

"Trump perlu mengetahui batasannya. Pendudukan Amerika di Irak sudah berakhir," kata Saedi, menambahkan bahwa Trump telah menyelinap ke Irak "seolah-olah Irak adalah negara bagian Amerika Serikat. "

Pada hari Rabu (26/12), Trump menghabiskan beberapa jam mengunjungi pasukan di Pangkalan Udara al-Asad di provinsi Anbar barat Irak, dan berhenti sebentar mengunjungi ibukota Irak, Baghdad.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment