0
Tuesday 8 January 2019 - 10:45
Iran vs Hegemoni Global:

Kepala Keamanan Iran: AS Menderita Kekalahan Strategis di Suriah

Story Code : 770832
Ali Shamkhani -Secretary of Iran’s Supreme National Security Council.jpg
Ali Shamkhani -Secretary of Iran’s Supreme National Security Council.jpg
Bulan lalu, Presiden Donald Trump membuat pengumuman mendadak akan menarik sekitar 2.000 tentara Amerika dari Suriah, mengklaim bahwa AS telah mencapai tujuannya mengalahkan Daesh.

Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani, bagaimanapun, mengatakan, "AS tidak memiliki peran dalam mengalahkan Daesh di Suriah dan telah menderita kekalahan dalam strateginya di sana."

"Pada 2019, Amerika wajib memulai penarikan diri dari wilayah kami dan di masa depan, mereka akan dipaksa untuk memulai penarikan mereka dari Teluk Persia," kata pejabat itu dalam sebuah seminar internasional tentang pertahanan dan keamanan di Asia Barat yang diadakan di Tehran Senin (7/1).

Shamkhani mengatakan penarikan AS dari Suriah dan Irak menandakan "masa depan yang gelap" bagi Amerika Serikat. "Hari ini, sebuah tren telah mulai melawan kekuatan (pembuat) ketidakstabilan di wilayah kami, yang entah bagaimana mendorong keluarnya Amerika Serikat sebagai kewajiban."

"Hari ini, Amerika berbicara tentang meninggalkan Afghanistan, sementara mereka tidak memenuhi komponen keamanan di sana," kata Shamkhani.

Trump telah memerintahkan dimulainya penarikan sekitar 7.000 tentara dari Afghanistan, sekitar setengah dari jumlah total pasukan Amerika di negara yang dilanda perang itu, The New York Times melaporkan bulan lalu.

Lebih dari 2.400 orang Amerika tewas di Afghanistan sejak 2001, dengan 13 tentara tewas tahun ini.
 
Pasukan AS tetap macet di Afghanistan sewaktu kepresidenan George W. Bush, Barack Obama dan sekarang Trump sejak mereka menyerbu negara itu tahun 2001.

Shamkhani berkata, "Hari ini, kejahatan AS telah tertanam di benak orang-orang regional, dan pasukan AS tidak punya pilihan selain meninggalkan wilayah itu."

Amerika Serikat menginvasi Suriah pada tahun 2014 dengan dalih menghadapi Daesh tanpa permintaan pemerintah Suriah atau mandat PBB.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment