0
Friday 11 January 2019 - 11:39
Iran, Rusia, Turki dan Gejolak Suriah:

Diplomat Iran Menekankan Perlunya Kerjasama Lebih Dekat dengan Rusia dan Turki di Suriah

Story Code : 771423
Hussein Jaberi Ansari -Senior Aide to the Iranian Foreign Minister.jpg
Hussein Jaberi Ansari -Senior Aide to the Iranian Foreign Minister.jpg
Pembantu Senior Menteri Luar Negeri Iran Hussein Jaberi Ansari tiba di Moskow pada hari Rabu (9/1) untuk mengambil bagian dalam konsultasi dengan perwakilan Rusia.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin pada hari Kamis (10/1), Jaberi Ansari mengatakan bahwa Rusia, Iran dan Turki memiliki tugas untuk mempertahankan kerja sama dalam format Astana, yang sejauh ini sangat efektif.

Diplomat senior Iran, yang mewakili Tehran pada pertemuan tingkat tinggi tentang Suriah dalam pembicaraan Astana, menambahkan bahwa pembicaraan Astana di antara Iran, Rusia dan Turki membahas perkembangan di Suriah dan Yaman, serta masalah regional dan internasional.

Dia menambahkan bahwa meskipun pembicaraan hari ini adalah pembicaraan bilateral dengan Rusia, mereka juga dapat dianggap sebagai tindakan kolektif dan termasuk Turki dalam format Astana.

Jaberi Ansari juga menyatakan keyakinannya bahwa perundingan di Moskow akan sangat efektif dan akan memiliki peran yang efektif dalam mempromosikan proses perdamaian di Timur Tengah.

Pada pertemuan bilateral antara Jabri Ansari dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Vershinin, Alexander Lavrentiev, Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Suriah juga hadir.

Pertemuan trilateral terakhir antara Jaberi Ansari Iran, Alexander Lavrentiev Rusia dan wakil Turki Sedat Önal dalam format Astana diadakan pada Senin 17 Desember 2018.[IT/r]
Artikel Terkait
Comment