0
Wednesday 19 June 2019 - 10:13
AS - Iran:

Laporan: AS Rencanakan 'Serangan Taktis' di Situs Nuklir Iran untuk Membalas 'Serangan Kapal Tanker'

Story Code : 800241
US air force personnel stand by an US A-10 aircraft.jpg
US air force personnel stand by an US A-10 aircraft.jpg
Sumber-sumber diplomatik di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York mengatakan kepada surat kabar Israel Maariv bahwa mereka menimbang rencana Amerika Serikat untuk melakukan serangan itu.

Menurut para pejabat, Gedung Putih telah mengadakan diskusi tanpa henti yang melibatkan komandan militer senior, perwakilan Pentagon dan penasihat Presiden AS Donald Trump sejak Jumat (14/6), Jerusalem Post melaporkan.

Dia mengutip para pejabat yang mengatakan bahwa tindakan militer AS mungkin akan mencakup pemboman udara dari fasilitas Iran terkait dengan program nuklirnya.

"Pemboman akan sangat besar tetapi akan terbatas pada target tertentu," kata seorang diplomat Barat.

Menurut sumber, Trump sendiri tidak antusias tentang serangan militer terhadap Iran, tetapi telah kehilangan kesabarannya pada masalah ini dan menyerah pada tekanan Menlu Mike Pompeo, yang telah mendorong serangan militer.

Pompeo dijadwalkan akan mengunjungi Komando Pusat AS di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, di Tampa, Florida, pada hari Selasa (18/6) untuk membahas "masalah keamanan regional dan operasi yang sedang berlangsung."

Satu kapal milik Jepang dan satu kapal milik Norwegia diserang oleh ledakan di dekat Selat Hormuz yang strategis pada 13 Juni. Tokyo mengatakan kedua kapal itu membawa kargo "yang terkait dengan Jepang".

Serangan itu terjadi tepat ketika Perdana Menteri Shinzo Abe dari Jepang bertemu dengan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei di Tehran.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyoroti waktu insiden di laut, menekankan bahwa serangan itu mencurigakan.

Tak lama setelah insiden itu, menteri luar negeri AS menyalahkan Iran, tanpa menawarkan bukti yang meyakinkan.

Tehran dengan tegas telah menolak peran apa pun, menunjukkan bahwa insiden itu mungkin merupakan bendera palsu yang dirancang oleh AS untuk memberikan tekanan lebih besar pada Iran.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment