0
Thursday 20 June 2019 - 08:19
Prancis dan Ketegangan Timur Tengah:

Penasihat Utama Presiden Prancis Mengunjungi Iran untuk Membantu 'Mengurangi Ketegangan'

Story Code : 800455
French diplomatic advisor Emmanuel Bonne (R) and presidential press advisor Nathalie Baudon.jpg
French diplomatic advisor Emmanuel Bonne (R) and presidential press advisor Nathalie Baudon.jpg
Menurut seorang pejabat kepresidenan Prancis, “Emmanuel Bonne memang melakukan perjalanan ke Iran pada 19 Juni ... untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan tujuan berkontribusi pada peningkatan ketegangan di kawasan itu."

Diplomat itu adalah pakar Timur Tengah, dan telah bermarkas di Iran di masa lalu, bertugas sebagai penasihat bagi kedutaan Prancis di Tehran dari 2003 hingga 2006.

Kunjungannya dilakukan ketika Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian mengumumkan pada hari sebelumnya bahwa Paris akan meningkatkan upayanya untuk mengurangi ketegangan akibat penarikan AS secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

"Kami ingin menyatukan upaya kami sehingga ada proses de-eskalasi yang dimulai," kata Le Drian kepada wartawan setelah pertemuan kabinet di Paris.

“Masih ada waktu dan kami berharap semua aktor lebih tenang. Masih ada waktu, tetapi hanya sedikit waktu, ”katanya.

Le Drian mengatakan bahwa pengumuman Iran pada hari Senin (17/6) untuk melampaui batas penimbunan uranium dalam 10 hari ke depan sangat mengkhawatirkan dan bukan untuk kepentingan Tehran, tetapi dia menunjuk jari menyalahkan Amerika Serikat.[IT/r]


 
Artikel Terkait
Comment