0
Sunday 23 June 2019 - 00:26
Iran vs Hegemoni Global:

Trump Mengatakan Akan Menjadi 'Sahabat Karib' Iran, Terima Kasih Tidak Menjatuhkan Pesawat AS

Story Code : 800999
US President Donald Trump at the White House.jpg
US President Donald Trump at the White House.jpg
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah berulang kali menyatakan penentangan keras mereka terhadap pengembangan dan penggunaan senjata nuklir.

"Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Kami tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada hari Sabtu (22/6).

"Ketika mereka setuju untuk itu, mereka akan memiliki negara kaya. Mereka akan sangat bahagia, dan saya akan menjadi sahabat mereka. Saya harap itu terjadi," tambahnya.

Mengomentari pernyataan Trump, analis dan aktivis politik Amerika Myles Hoenig mengatakan, "Sulit untuk menyingkirkan sesuatu (senjata nuklir) yang Anda tidak pernah harus memulainya."

"Kami benar-benar melihat di Gedung Putih Trump ada pemisahan antara mereka yang mempromosikan perang dan mereka yang mencari pendekatan yang lebih damai," katanya.

"Sangat ironis bahwa Trump dipandang sebagai pembawa damai, karena dia menyambut dan bahkan mendorong pidato kebencian di sini di dalam negeri dan diarahkan pada orang lain di luar AS (imigran, misalnya)," katanya kepada Press TV.

"Tetapi kita juga harus mempertanyakan kemampuan penalarannya karena semua sekutu mendukung perjanjian nuklir Iran dan dia telah menarik AS keluar darinya karena argumen yang kontradiktif. Apakah dia tidak dapat memahami realitas Iran mematuhi perjanjian atau dia, seperti semua presiden sebelum dia ditarik ke perang oleh kekuatan yang lebih kuat?" tanyanya.

Trump berterima kasih kepada Iran karena tidak menembak jatuh pesawat AS

Trump kemudian memuji Iran karena tidak menembak jatuh sebuah pesawat berawak dengan 38 orang di dalamnya ketika memutuskan untuk menembak jatuh sebuah pesawat pengintai Amerika nir awak pada hari Kamis (20/6).

Trump membuat komentar sehari setelah Iran mengumumkan bahwa pasukannya menahan diri dari menembaki pesawat berawak yang menyertai pesawat mata-mata Amerika yang ditembak jatuh di Teluk Persia setelah menyusup ke wilayah udara Iran.

"Ada pesawat dengan 38 orang kemarin, apakah kamu melihat itu? Saya pikir itu cerita besar. Mereka melihatnya dan tidak menembak jatuh. Saya pikir mereka sangat bijaksana untuk tidak melakukan itu. Dan kami menghargai bahwa mereka tidak melakukan itu. Saya pikir itu adalah keputusan yang sangat bijaksana," kata Trump kepada wartawan.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pada hari Kamis (20/6) bahwa pasukan pertahanan udaranya telah menembak jatuh pesawat mata-mata Amerika yang mengganggu di provinsi pesisir selatan negara itu Hormozgan.

IRGC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat nir awak Global Hawk buatan AS dijatuhkan oleh Angkatan Udara di dekat wilayah Kouh-e Mobarak, yang berada di distrik pusat Kabupaten Jask, setelah pesawat itu melanggar wilayah udara Iran.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment