0
Monday 8 July 2019 - 13:50

Serangan Drone Tentara Yaman Pukul Bandara Saudi di Jizan

Story Code : 803794
Serangan Drone Tentara Yaman Pukul Bandara Saudi di Jizan

Berbicara selama konferensi pers di ibukota Sanaa pada hari Sabtu, 06/07/19, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan kendaraan udara tak berawak itu menghantam sasaran yang ditentukan dengan tepat, mencatat bahwa operasi menyebabkan gangguan lalu lintas udara di bandara.

Saree menegaskan kembali bahwa serangan pesawat tak berawak Yaman sejalan dengan hak bela diri, dan respon yang sah terhadap agresi militer yang dipimpin Saudi yang terus berlanjut terhadap Yaman dan blokade negara Arab yang dilanda konflik, demikian Press TV melaporkan.

Sementara itu, sejumlah milisi yang disponsori Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi kehilangan nyawa ketika tentara Yaman dan pejuang Komite Populer melancarkan serangan terpisah terhadap posisi mereka di seluruh negeri.

Sumber militer Yaman yang tidak disebutkan namanya kepada biro media gerakan Houthi Ansarullah mengatakan, pasukan Yaman dan sekutu melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap sekelompok tentara bayaran Saudi di daerah Qaniyeh, provinsi tengah negara al-Bayda pada hari Sabtu, dan meneewaskaan lusinan tentara bayaran Saudi.

Para prajurit dan pejuang Yaman dari Komite Populer juga memberikan pukulan berat kepada pasukan milisi yang didukung Saudi di distrik al-Wazi'iyah di provinsi selatan Taizz, ketika mereka menyerang benteng dengan sejumlah rudal balistik buatan dalam negeri.

Di tempat lain di provinsi Yaman utara al-Jawf, tentara bayaran Saudi mengalami kemunduran besar ketika tentara Yaman dan sekutu menargetkan kamp militer di daerah Sabrin di distrik Khabb wa ash Sha'af.

Juga pada hari Sabtu, seorang warga sipil kehilangan nyawanya dan tujuh lainnya, kebanyakan wanita dan anak-anak, menderita luka-luka ketika milisi yang dibayar Saudi menargetkan lingkungan perumahan di kota pantai barat Hudaydah.

Seorang warga sipil tewas setelah pasukan yang disponsori Saudi meluncurkan rentetan mortir di daerah Sawiq di distrik al-Tuhayta di provinsi Hudaydah.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan kampanye yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang yang dipimpin Saudi telah merenggut nyawa lebih dari 60.000 warga Yaman sejak Januari 2016.

Perang juga telah menghancurkan infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem. [IT]
Artikel Terkait
Comment