0
Tuesday 9 July 2019 - 12:26
Gejolak Politik AS:

Pelosi: Trump Ingin Aadikan AS 'Putih Lagi'

Story Code : 803990
Nancy Pelosi (D-CA) Speaker of the House.jpg
Nancy Pelosi (D-CA) Speaker of the House.jpg
Demokrat California mengatakan pemerintah sedang berjuang di pengadilan federal untuk memasukkan pertanyaan karena akan berdampak mengerikan pada siapa yang merespons. Para ahli Biro Sensus dan kritik terhadap pertanyaan itu mengatakan itu akan membuat orang-orang di AS tidak merespons secara ilegal, termasuk sejumlah besar migran dari Amerika Tengah.

Pelosi mengatakan pada konferensi pers San Francisco bahwa jika orang tidak menjawab formulir sensus mereka, pemerintah akan menang.

Mahkamah Agung untuk sementara waktu memblokir inklusi pertanyaan tersebut.

Sensus digunakan untuk mendistribusikan kursi kongres dan dana pemerintah. Migran yang kurang dihitung akan menggeser perwakilan federal dan dolar dari daerah tempat tinggal imigran.

Departemen Kehakiman mengecam tim hukum yang berusaha menambahkan pertanyaan kewarganegaraan ke dalam sensus.

Para pejabat mengatakan tim pengacara baru akan mengambil alih litigasi.

Mahkamah Agung telah melarang dimasukkannya pertanyaan kewarganegaraan, setidaknya untuk sementara waktu. Namun Departemen Kehakiman mengatakan akan terus berusaha mencari alasan hukum untuk memaksanya pada sensus 2020.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman memberi tahu The Associated Press bahwa tim akan terdiri dari pengacara karier dan orang yang ditunjuk secara politis. Pejabat itu mengatakan seorang pengacara sipil top di departemen itu, John Burnham, tidak akan lagi memimpin tim litigasi.

Pejabat itu berbicara dengan syarat anonimitas untuk membahas masalah tersebut sebelum pengajuan pengadilan yang diharapkan Senin (8/7).[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment