1
Thursday 11 July 2019 - 21:45

Zarif Bantah Klaim Kapal-kapal IRGC Coba Halangi Tanker Minyak Inggris

Story Code : 804525
Kapal perang Inggris HMS Monrose mengawal kapal tanker Inggris, Pacific Voyager dalam perjalanan melalui Selat Hormuz, tetapi tidak terjadi insiden. (Reuters)
Kapal perang Inggris HMS Monrose mengawal kapal tanker Inggris, Pacific Voyager dalam perjalanan melalui Selat Hormuz, tetapi tidak terjadi insiden. (Reuters)
Pernyataan itu sebagai reaksi terhadap klaim Inggris pada Kamis, yang menuduh tiga kapal IRGC berusaha mencegat sebuah kapal tanker minyak Inggris di selat Hormuz, kata Mohammad Javad Zarif kepada wartawan di Tehran pada Kamis, 11/07/19, dan ditegaskannya, klaim tersebut bertujuan untuk menciptakan ketegangan.

Zarif juga mengatakan klaim pemerintah Inggris tidak berharga dan klaim seperti itu bukanlah hal baru.

Diplomat top itu menunjuk pada pernyataan IRGC yang menolak klaim tersebut, dan menambahkan, mereka berusaha menutupi kelemahannya dengan klaim semacam itu.

Menteri luar negeri juga merujuk pertemuannya dengan penasihat diplomatik utama Emmanuel Macron, Emmanuel Bonne kemarin, dan mengatakan bahwa "ia membawa tawaran untuk mengurangi ketegangan."

"Tuan Bonne mengatakan kepada saya bukan sebagai mediator, tetapi kami ingin memikirkan cara-cara,” kata Zarif mengutip pernyataan diplomat Prancis itu. "Mereka [delegasi Prancis] mengatakan, selama Amerika Serikat berada dalam perang ekonomi melawan Iran, mereka seharusnya tidak mengharapkan Iran menghentikan tindakannya."

Menanggapi pertanyaan wartawan apakah dia ingin pergi ke AS untuk menghadiri pertemuan PBB, diplomat top itu mengatakan, "Saya masih belum memiliki visa untuk pergi ke Amerika."

Namun Zarif mengatakan, dia akan pergi ke New York untuk menghadiri pertemuan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB. Bepergian ke Caracas untuk ambil bagian dalam pertemuan GNB dan mengadakan pembicaraan bilateral di sela-sela KTT, kemudian ingin melakukan perjalanan ke dua negara Amerika Selatan.

Sehubungan dengan pertanyaan tentang kemungkinan pembicaraan dengan Amerika Serikat, Zarif mengatakan “negosiasi tidak cocok dengan tindakan terorisme ekonomi. ... Kami juga tidak bernegosiasi dengan orang-orang yang melakukan aksi terorisme ekonomi terhadap rakyat".

Menteri luar negeri juga membantah klaim AS atas kesiapannya untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran, dan mengatakan, Iran tidak pernah meninggalkan meja perundingan dan Amerika lah yang melakukannya. [IT]
Artikel Terkait
Comment