0
Friday 12 July 2019 - 22:30

Ansarullah Konfirmasi Uni Emirat Arab (UEA) Mulai Tarik Pasukan dari Yaman

Story Code : 804689
Mohamed al-Bukhaiti, anggota biro politik Ansarullah
Mohamed al-Bukhaiti, anggota biro politik Ansarullah
Dalam sebuah wawancara dengan TV berbahasa Arab, al-Alam yang disiarkan pada Jumat, 12/07/19, Mohamed al-Bukhaiti, anggota biro politik Ansarullah, mengatakan pemantauan situasi menunjukkan bahwa UEA telah menarik pasukannya keluar dari daerah-daerah tertentu di Yaman, meskipun pemerintah Abu Dhabi sejauh ini tidak menerapkan sikap formal atau kejelasan tentang masalah ini.

Tidak jelas apakah penarikan Uni Emirat dari Yaman secara parsial atau lengkap, tambahnya.

Ansarullah secara dekat memantau setiap situasi, drone dan rudal Yaman juga siap untuk menanggapi setiap intensifikasi sikap UEA, tegas Bukhaiti.

Dia juga mencatat, Ansarullah meminta penarikan penuh semua pasukan asing dari Yaman, dan menganggap setiap pasukan asing yang tersisa di tanah Yaman sebagai agresor dan penjajah.

"Ansarullah dengan tegas menyerukan perdamaian berkelanjutan yang akan menjamin keamanan dan martabat semua negara kawasan, dan mendesak untuk menghormati terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Yaman dan negara-negara lain, tegas Bukhaiti.

Rakyat Yaman yang tidak berdaya telah diserang secara besar-besaran oleh koalisi yang dipimpin oleh rezim Saudi selama lebih dari empat tahun, tetapi Riyadh belum mencapai satu pun tujuannya di Yaman sejauh ini.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arab telah melakukan serangan udara mematikan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dalam upaya mengembalikan kekuasaan mantan presiden buron Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Angka resmi PBB mengatakan, lebih dari 15.000 orang terbunuh di Yaman sejak kampanye pemboman yang dipimpin Saudi dimulai.

Perang Saudi juga berdampak pada lebih dari tujuh juta anak-anak di Yaman yang kini menghadapi ancaman kelaparan serius, menurut angka-angka UNICEF.

Lebih dari 6.000 anak terbunuh atau menderita luka serius sejak 2015, kata badan anak-anak PBB. Situasi kemanusiaan di negara ini juga telah diperburuk oleh wabah kolera, polio, dan campak. [IT]
Artikel Terkait
Comment