0
Saturday 20 July 2019 - 23:20

Menlu Inggris Kontak Menlu Iran setelah IRGC Tangkap Kapal Tankernya

Story Code : 806042
Menlu Inggris
Menlu Inggris
"Saya telah berbicara dengan Sekretaris Negara Pompeo di AS awal malam ini tentang situasi ini. Saya sudah mencoba berbicara dengan Menteri Luar Negeri Zarif dari Iran, tetapi saya mengerti bahwa dia berada di pesawat, jadi saya akan berbicara dengannya sesegera mungkin," kata Hunt saat berbicara kepada media setelah menghadiri pertemuan komite darurat pemerintah Inggris pada Jumat malam, 19/07/19.

"Kami tidak melihat opsi militer, kami mencari cara diplomatik untuk menyelesaikan situasi ini. Tetapi kami sangat jelas bahwa itu harus diselesaikan," tambahnya, CNN melaporkan.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC dalam sebuah pernyataan pada Jumat, 19/07/19, mengatakan, bahwa kapal bernama "Stena Impero" telah disita "atas permintaan Pelabuhan Hormozgan dan Organisasi Maritim ketika melewati Selat Hormuz, karena gagal menghormati aturan-aturan maritim internasional."

Kapal tanker minyak itu kemudian dipindahkan ke pantai untuk menjalani proses hukum yang diperlukan, tambah pernyataan itu.

Manajemen Kelautan Utara, yang memiliki Stena Impero, mengatakan kapal itu membawa 23 anggota awak.

"Manajemen Kelautan Utara belum dapat melakukan kontak langsung dengan kapal itu sejak diberitahu tentang insiden tersebut pada sekitar 1600 Hari ini, 19 Juli 2019," katanya dalam sebuah pernyataan.

Laporan juga menunjukkan bahwa kapal tanker minyak berbendera Inggris sedang menuju ke pelabuhan Arab Saudi al-Jubail dari pelabuhan UEA Fujairah ketika ditangkap oleh IRGC.

Kebuntuan diplomatik meletus antara Tehran dan London setelah pasukan angkatan laut Inggris secara ilegal menangkap supertanker Iran Grace 1 dan muatannya di Selat Gibraltar awal bulan ini.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayy Ali Khamenei mengecam penyitaan ilegal kapal tanker minyak Inggris dan memperingatkan bahwa tindakan "pembajakan" tidak akan terjawab.

"Inggris yang jahat melakukan tindakan pembajakan laut dan mencuri kapal kami," kata Ayatollah Khamenei. "Mereka (Inggris) melakukan kejahatan dan membuatnya terlihat legal."

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga mengatakan pasukan militer negara itu menangkap kapal tanker minyak berbendera Inggris untuk "menegakkan aturan maritim internasional".

Kapal itu mematikan lokasi GPS-nya dan bertentangan dengan peraturan internasional, dan berlayar ke selat dengan pola lalu lintas yang salah.

Kapal juga memasuki selat dari rute selatan, yang merupakan jalan keluar yang sangat meningkatkan risiko kecelakaan

Selain itu, Stena Impero tidak mengindahkan peringatan dari Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.

Sebuah sumber informasi mengatakan kapal tanker minyak Inggris juga mencemari perairan Teluk Persia dengan membuang residu (limbah kimia) minyak mentah. [IT]
Artikel Terkait
Comment