1
Friday 9 August 2019 - 00:36
Iran dan Gejolak Teluk Persia:

Iran Mendesak Bahrain untuk Berhenti Memfasilitasi Plot Musuh di Wilayah Tersebut

Story Code : 809598
US Secretary of State Mike Pompeo shakes hands with Bahraini Foreign Minister Khalid bin Ahmed Al Khalifah in Washington, DC.jpg
US Secretary of State Mike Pompeo shakes hands with Bahraini Foreign Minister Khalid bin Ahmed Al Khalifah in Washington, DC.jpg
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi pada hari Kamis (8/8) mengutuk tuduhan bahwa Bahrain telah berujukan melawan Iran dalam pernyataan terakhirnya dan juga tuan rumah dari "pertemuan yang mencurigakan dan provokatif."

Pada 31 Juli, Bahrain - tempat markas Armada Kelima AS - menjadi tuan rumah sebuah konferensi tentang "keamanan maritim" di Teluk Persia, setelah sejumlah serangan misterius di perairan strategis, dimana Washington menuduh Iran, tanpa menawarkan bukti yang kredibel .

Monarki, dalam sebuah pernyataan pada pertemuan itu, mengecam apa yang disebutnya "serangan berulang-ulang dan praktik-praktik Iran yang tidak dapat diterima." Manama tidak merilis perincian tentang siapa yang berpartisipasi dalam konferensi itu, tetapi media Inggris melaporkan bahwa Inggris telah menyerukan pertemuan dengan partisipasi negara-negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat.

Manama juga berencana hendak menjadi tuan rumah bersama pertemuan internasional anti-Iran dengan AS kemungkinan pada akhir Oktober dengan fokus pada apa yang disebut kerajaan dan sekutunya "ancaman Iran" untuk keamanan navigasi di Teluk Persia. Forum itu akan menjadi tindak lanjut dari pertemuan bermusuhan Februari yang diselenggarakan bersama oleh AS dan Polandia di Warsawa melawan Iran.

Mousavi melanjutkan dengan mengatakan, "Pertemuan semacam itu adalah langkah menuju gangguan stabilitas dan keamanan dan membuka jalan bagi campur tangan pasukan ekstra-regional dan Zionis Israel di wilayah Teluk Persia."

Bahrain pada Juni menjadi tuan rumah konferensi yang disponsori Washington di tengah memajukan kesepakatan kontroversial Presiden AS Donald Trump mengenai konflik Israel-Palestina. Forum itu diboikot oleh semua kelompok Palestina, yang telah menolak kesepakatan pro-Israel Trump.

Mousavi lebih lanjut mendesak Manama untuk menghentikan tindakan "tidak bijaksana" dan mengadopsi "pendekatan konstruktif" dalam menangani masalah-masalah regional alih-alih mengatur pertemuan tersebut.

Bahrain, dia menambahkan, perlu menghindari "melayani sebagai fasilitator tujuan dan plot musuh bersama di wilayah tersebut."

"Keamanan negara-negara regional tidak dapat dipisahkan," katanya. "Mustahil bagi [pihak] tertentu untuk menikmati keamanan dengan mengorbankan rasa tidak aman orang lain."

Pejabat Iran lebih lanjut menyarankan negara-negara regional untuk mencegah negara luar dari menciptakan ketegangan di wilayah tersebut dengan mencampuri urusannya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment