0
1
Komentar
Saturday 10 August 2019 - 13:00
AS dan Gejolak Suriah:

Warga Suriah Memprotes Militan SDF yang Didukung AS

Story Code : 809880
Syrians take part in a protest against US-backed Kurdish-led militants - SDF.jpg
Syrians take part in a protest against US-backed Kurdish-led militants - SDF.jpg
Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa penduduk Desa Nis Tal melakukan protes di jalan yang menghubungkan Desa Tell Brak dan kota Qamishli pada hari Jumat (9/8) terhadap aktivitas para militan SDF, termasuk yang dilaporkan menculik warga sipil.

Menurut laporan itu, para pengunjuk rasa membakar ban dan memotong jalan, menuntut diakhirinya tindakan sewenang-wenang dan pembebasan orang-orang yang diculik.

Laporan itu mengatakan bahwa para militan SDF sering menculik warga sipil di desa Hasakah dan Dayr al-Zawr untuk meneror orang.

Selama beberapa bulan terakhir, beberapa demonstrasi telah diadakan di Suriah utara dan timur sebagai protes terhadap militan SDF, menyerukan pengusiran mereka dari wilayah tersebut.

Pada 13 Mei, Kementerian Luar Negeri Suriah menulis surat kepada sekretaris jenderal PBB (PBB) dan kepala Dewan Keamanan, mengatakan bahwa SDF harus dipaksa untuk menghormati resolusi badan dunia yang menegaskan kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Suriah.

AS telah lama memberikan senjata kepada SDF dan menyebut mereka mitra penting dalam perang yang diduga melawan kelompok teroris Daesh. Namun, banyak pengamat melihat dukungan dalam konteks rencana Washington untuk mengukir pijakan di negara Arab.

Dukungan itu juga telah membuat marah sekutu NATO Washington di Turki, yang memandang para militan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) - tulang punggung SDF - ketika sebuah organisasi teroris terikat dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dibangun sendiri.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment


M. Sony Firmansyh
Indonesia
Dunia milik semua bangsa. Seharusnya hubungan antar negara didasarkan atas saling menghormati, menghargai & mutualism symbiosis. Tidak ada neo kolonial & imperialisme yg berkedok menegakan demokrasi, keadilan & kesejahteraan. Tidak ada sanksi politik & ekonomi, embargo persenjataan hingga invasi militer. _Setiap negara memiliki ke_setaraan sama tinggi. Tidak ada yg lebih besar, apalagi super power yg bebas mengatur dunia & bebas melakukan apapun kepada sebuah negara.