0
Tuesday 20 August 2019 - 09:17
Eropa dan Kesepakatan N Iran-P5+1:

Juru Bicara Kemenlu: Iran Merencanakan Langkah ke-3 untuk Mengurangi Komitmen Nuklir

Story Code : 811524
Abbas Mousavi, Foreign Ministry Spokesman.jpg
Abbas Mousavi, Foreign Ministry Spokesman.jpg
"Hingga kini, konsultasi tentang implementasi komitmen Eropa telah gagal," kata Mousavi kepada wartawan dalam konferensi pers mingguannya, Senin (19/8).

“Upaya sedang dilakukan, tentu saja; (Presiden Prancis Emmanuel) Macron sedang berupaya untuk itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa Iran sedang menunggu kemungkinan hasil dari upaya diplomatik sebelum batas waktu 60 hari untuk Eropa berakhir.

"Langkah ketiga sedang direncanakan sepadan dengan tindakan pihak lain," lanjut juru bicara itu.

Bulan lalu, Iran menyatakan langkah kedua untuk mengurangi komitmennya dengan meningkatkan tingkat pengayaan uranium menjadi lebih dari 3,67 persen.

Iran menyatakan bahwa langkah-langkah baru itu tidak dirancang untuk merusak kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Komprehensif Aksi Bersama (JCPOA), tetapi untuk menyelamatkan kesepakatan dengan menciptakan keseimbangan dalam komitmen.

Iran dan Grup 5 + 1 (Rusia, Cina, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman) pada 14 Juli 2015, mencapai kesimpulan atas teks JCPOA.

Kesepakatan itu mulai berlaku pada Januari 2016 dan seharusnya menghentikan semua sanksi terkait nuklir terhadap Iran secara bersamaan, tetapi implementasinya terhambat oleh kebijakan AS dan penarikan dari kesepakatan tersebut.

Pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump menarik negaranya keluar dari perjanjian nuklir.

Setelah penarikan AS, Iran dan partai-partai yang tersisa meluncurkan pembicaraan untuk menyelamatkan kesepakatan.

Namun, kegagalan Uni Eropa untuk memastikan kepentingan ekonomi Iran memaksa Tehran untuk berhenti menghormati komitmen tertentu, termasuk kenaikan tak terbatas dalam persediaan uranium yang diperkaya.

Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi mengatakan pada hari Selasa bahwa persediaan uranium yang diperkaya negara itu telah mencapai 360 hingga 370 kilogram.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment