0
Wednesday 18 September 2019 - 12:20
AS dan Invasi Saudi Arabia di Yaman:

Gabbard: Trump Tidak Memiliki Kekuatan untuk Mmenggunakan Militer AS untuk Kepentingan Saudi Arabia

Story Code : 816806
Tulsi Gabbard -US Representative for Hawaii
Tulsi Gabbard -US Representative for Hawaii's 2nd congressional district.jpg
"Konstitusi tidak memberikan presiden kekuatan untuk secara sepihak menggunakan militer kita untuk berperang demi kepentingan Arab Saudi juga tidak memberi dia kekuatan untuk melakukannya tanpa persetujuan tegas dari Kongres," anggota 38 tahun dari House of Representatives dari Hawaii mengatakan kepada The Hill pada hari Selasa (17/9)

"Jika saya menjadi presiden sekarang, saya akan menjelaskan bahwa kami tidak akan menggunakan militer kami untuk memajukan kepentingan Arab Saudi atau negara lain," tambahnya.

Gabbard, yang bertugas di zona tempur di Irak sebagai anggota Garda Nasional Hawaii antara 2004 dan 2005, terus menekankan bahwa perlu ada bukti nyata sebelum AS mengambil tindakan militer apa pun terhadap Iran atau negara lain mana pun.

Gabbard menuduh presiden AS sehari sebelumnya berusaha "mengeluarkan" militer Amerika atas serangan terhadap kilang minyak Saudi baru-baru ini.

"Kita tidak seharusnya menyerang siapa pun atas nama Saudi Arabia"

Juga pada hari Selasa (17/9), Senator Republik Josh Hawley meminta administrasi Trump untuk menahan diri setelah serangan itu dan mengatakan AS harus berhati-hati dalam melindungi kepentingannya sendiri.

"Kami tidak boleh menyerang siapa pun atas nama Arab Saudi untuk kepentingan nasional Arab Saudi," kata Hawley saat tampil di Hill.TV.

Hawley berargumen bahwa Washington seharusnya melihat “penjagaan keamanan rakyat Amerika dan kemakmuran kelas menengah kita.”

Fasilitas minyak Saudi Aramco diserang drone pada akhir pekan dan serangan itu menghancurkan lebih dari setengah produksi kerajaan itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment