0
Friday 20 September 2019 - 16:10

Zarif: Kebijakan AS, Darah Arab Vs Minyak Arab

Story Code : 817291
Zarif
Zarif
"Darah Arab vs Minyak Arab" adalah dasar kebijakan AS," tulis Zarif dalam sebuah tweet pada Kamis, 19/09/19. Zarif mencantumkan beberapa contoh dari berbagai kejahatan yang dilakukan di Yaman oleh koalisi yang dipimpin Saudi dukungan AS sejak Maret 2015.

"4 tahun pemboman sembarangan atas Yaman - 100.000 orang Yaman mati - 20 juta orang Yaman kekurangan gizi - 2.3 juta kasus kolera," yang menurut Zarif disamakan dengan "carte blanche" untuk para penjahat.

Namun, "serangan balasan Yaman pada tangki penyimpanan minyak," kata Zarif disamakan dengan "tindakan perang" yang tidak dapat diterima.

Dia merujuk pada serangan yang dilakukan oleh pasukan Yaman terhadap fasilitas minyak Abqaiq dan Khura yang dijalankan oleh perusahaan minyak milik negara Saudi sebelum fajar Sabtu. Serangan itu menghancurkan lebih dari setengah produksi minyak mentah Saudi, atau 5% dari pasokan global, mendorong pejabat Saudi dan AS menuduh tanpa bukti bahwa itu mungkin berasal dari Irak atau Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menolak tuduhan Pompeo bahwa Iran yang harus disalahkan atas serangan itu, sebagai "pernyataan buta dan sia-sia" yang "tidak berarti" dalam konteks diplomatik.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga menanggapi Pompeo setelah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa Amerika Serikat telah gagal dalam kampanye "tekanan maksimum" dan sekarang "beralih ke "max deceit". [IT/Onh]


 
Comment