0
Saturday 28 September 2019 - 19:02
Irak - Suriah:

Irak Buka Kembali Perlintasan Perbatasan dengan Suriah

Story Code : 818902
Iraqi soldiers stand guard with their weapons on the border crossing with Syria, in al-Qa
Iraqi soldiers stand guard with their weapons on the border crossing with Syria, in al-Qa'im, Anbar Province.jpg
Hal ini menandai normalisasi hubungan antara Irak dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak serbuan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) beberapa tahun lalu.

Dilaporkan kantor berita INA dan dilansir Reuters, Sabtu (28/9/2019), Perdana Menteri (PM) Irak, Adel Abdul Mahdi, telah menyetujui pembukaan kembali perlintasan perbatasan Qaim yang memisahkan Irak dan Suriah. Pembukaan akan berlaku secara resmi pada Senin (30/9) mendatang.

Dalam laporannya, kantor berita INA yang mengutip kepala otoritas perbatasan Irak menyebut perlintasan perbatasan akan dibuka untuk para pelancong dan juga untuk aktivitas perdagangan.

Kota perbatasan Qaim yang terletak di Provinsi Anbar berhasil direbut kembali dari ISIS pada November 2017 lalu. Anbar yang berjarak 300 kilometer sebelah barat ibu kota Baghdad itu merupakan markas terakhir ISIS yang berhasil direbut militer Irak.

Qaim diketahui berbatasan dengan kota Albu Kamal di Suriah, yang juga pernah menjadi markas kuat ISIS. Kota Albu Kamal diketahui terletak di rute suplai yang strategis. Selama ini perlintasan perbatasan antara Albu Kamal dan Qaim hanya dibuka untuk pemerintah atau militer.

Tahun 2014 lalu, ISIS menyerbu dan menguasai wilayah-wilayah strategis di Irak dan Suriah, sebelum mengumumkan kekhalifahan di kedua negara. Otoritas Iran mengumumkan kemenangan atas ISIS tahun 2017, setelah berhasil merebut wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok radikal.

Awal tahun ini, ISIS kehilangan wilayah terakhirnya di Suriah yang menandai kekalahan besar mereka. Baru-baru ini, pemerintah Irak menyerukan agar keanggotaan Suriah dalam Liga Arab kembali diberlakukan, setelah ditangguhkan sejak tahun 2011 karena konflik sipil yang pecah di negara tersebut. [IT/R]

 
Artikel Terkait
Comment