0
Monday 7 October 2019 - 12:37
Iran - Irak:

Ali Khamenei: Bangsa Iran dan Irak Terhubung dengan Iman, Rencana Musuh Menabur Perselisihan Akan Gagal

Story Code : 820534
Arba
Arba'een pilgrims.jpg
"Iran dan Irak adalah dua negara yang hati dan jiwanya diikat bersama melalui iman kepada Tuhan, cinta kepada Imam Hussein dan keturunan Nabi (SAW). Ikatan ini akan tumbuh lebih kuat dari hari ke hari," akun Twitter resmi Imam Ali Khamenei mengatakan pada hari Minggu (6/10).

"Musuh berusaha menabur perselisihan tetapi mereka gagal dan konspirasi mereka tidak akan efektif," tweet itu menambahkan.

#Iran dan #Iraq adalah dua negara yang hati & jiwanya terikat bersama melalui iman kepada Tuhan & cinta untuk #ImamHussain & keturunan dari Nabi (saw). Ikatan ini akan tumbuh lebih kuat dari hari ke hari.

Musuh berupaya menabur perselisihan tetapi mereka gagal & konspirasi mereka tidak akan efektif. https://t.co/Psya7CJGLB
- Khamenei.ir (@khamenei_ir) 6 Oktober 2019

Pernyataan Pemimpin itu datang ketika jutaan peziarah dari Irak, Iran dan dari seluruh dunia sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke kota-kota suci Najaf dan Karbala di Irak untuk menghadiri Arba'in, menandai hari ke-40 setelah kesyahidan Imam Syiah ketiga, Hussein ibn Ali (alaihissalam).
Pertemuan biasanya menarik lebih dari 20 juta peserta setiap tahun.

Rakyat Irak bangga menjadi tuan rumah bagi peziarah yang berpartisipasi di Arba'in, banyak di antaranya dari Iran. Akibatnya acara ini telah berubah menjadi simbol persatuan antara orang-orang dari kedua negara yang sangat menghormati Imam Hussein.

'Rencana AS' di Irak

Komentar itu juga datang dengan latar belakang beberapa hari protes terhadap salah kelola dan korupsi di Irak, dengan demonstrasi tertentu turun menjadi kekerasan dan bentrokan berdarah.

Berbicara pada hari Minggu (6/10), juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jenderal Sa'ad Ma'an Mousavi mengatakan total 104 orang telah kehilangan nyawa mereka akibat kerusuhan tersebut.
Lebih dari 6.000 lainnya juga terluka, tambahnya.

Para pejabat Irak mengklaim bahwa "penembak jitu yang tidak dikenal" telah menembak para pengunjuk rasa dan pasukan keamanan dalam upaya untuk memprovokasi bentrokan antara keduanya.

Beberapa outlet dan pengamat media Arab mengatakan bahwa elemen-elemen yang didukung AS berusaha mempengaruhi protes dalam upaya menciptakan ketidakstabilan dan mendorong agenda politik tertentu di negara itu.

79% tweet tentang #IraqProtes berasal dari Arab Saudi. Hanya 6% dari #Iraq. pic.twitter.com/Sb7wwM0GkV
- Sara_Haj 🇱🇧 (@Sara_Haj) 3 Oktober 2019

Pekan lalu, surat kabar harian berbahasa Arab Libanon al-Akhbar melaporkan bahwa sumber-sumber keamanan Irak telah mengungkap rencana yang didukung AS yang berusaha untuk menginstal pemerintah pro-Washington di Baghdad dengan memprovokasi perselisihan internal dan ketidakstabilan di negara itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment