0
Monday 14 October 2019 - 18:54

Menhan AS Siap Bekerja Sama dalam Pemakzulan Trump

Story Code : 821968
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper (foreignpolicy)
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper (foreignpolicy)
Esper mengatakan Pentagon akan merespons surat panggilan Partai Demokrat terkait penyelidikan skandal yang melibatkan Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
 
Dasar dari penyelidikan pemakzulan adalah laporan seorang pembocor rahasia atau whistleblower. Laporan itu berisi dugaan Trump telah menekan Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak Joe Biden -- kandidat calon presiden dari Demokrat.

"Kami akan melakukan apapun yang kami bisa," ujar Esper dalam program Face The Nation di saluran televisi CBS, Minggu 13 Oktober 2019.
 
Pernyataan Esper disampaikan beberapa hari usai Gedung Putih menolak bekerja sama dalam penyelidikan pemakzulan Trump yang dipimpin fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS.
 
Gedung Putih menilai penyelidikan pemakzulan Trump tidak sah dan inkonstitusional.
 
Demokrat masih terus mencari informasi terkait dugaan Trump telah menekan Zelenskiy. Surat panggilan telah dilayangkan ke Pentagon dan juga Gedung Putih, untuk meminta sejumlah dokumen terkait skandal Ukraina.
 
Dalam program "Fox News Sunday," Esper mengatakan bahwa Trump dan sejumlah pejabat AS mungkin akan mencegah keluarnya sejumlah dokumen yang diminta dalam surat panggilan Demokrat.
 
"Gedung Putih memiliki kuasa tersendiri mengenai perilisan dokumen. Saya tidak tahu larangan apa yang diberlakukan di sana," sebut Esper.
 
Trump telah berbicara dengan Zelenskiy via telepon pada Juli lalu, namun ia mengaku tidak melakukan tekanan apapun. Demokrat telah meminta Gedung Putih untuk menyerahkan transkrip lengkap percakapan tersebut. Gedung Putih hanya memberikan memo berisi ringkasan percakapan.
 
Belum lama ini, whistleblower kedua muncul ke permukaan dan mengaku memiliki informasi langsung dan orisinal terkait skandal Ukraina.
 
Munculnya whistleblower kedua ini akan membuat Trump dan para pendukungnya semakin sulit untuk mendiskreditkan keterangan dari pembocor rahasia pertama. Sebelumnya, Trump pernah menyebut bahwa keterangan dari whistleblower pertama tidak akurat.[IT/Medcom]


 
Artikel Terkait
Comment