1
1
Komentar
Wednesday 16 October 2019 - 18:45

Jenderal Iran: Iran Buat 200 Produk Pertahanan Siber ​​Baru

Story Code : 822435
Kepala Organisasi Pertahanan Sipil Iran Brigadir Jenderal Gholamreza Jalali
Kepala Organisasi Pertahanan Sipil Iran Brigadir Jenderal Gholamreza Jalali
"Kami telah berhasil membuat hampir 200 produk defensif baru di ruang siber oleh perusahaan berbasis pengetahuan, dan semua produk ini berhasil melewati ujian keras di bidang pertahanan siber," kata Jenderal Jalali di Tehran pada Rabu, 16/10/19.

Dijelaskannya, para ahli Iran juga berhasil menggunakan sistem buatan pribumi berupa infrastruktur bidang energi, termasuk sistem pengiriman gas.

Bulan lalu, Jenderal Jalali mengatakan, Iran sedang merintis dan mengembangkan pertahanan dunia maya, dan menyebut bahwa Korea Utara dan Rusia menuntut pelatihan dari para ahli Iran di bidang pertahanan sipil.

"Saya pergi ke Korea Utara, dan saya pikir Korea Utara adalah tiang pertahanan sipil dunia dan mereka telah banyak bekerja di bidang ini. Ketika kami ingin menandatangani perjanjian, mereka meminta kami untuk memberikan pelatihan. Saya juga pergi ke Rusia dan kami menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di sana, dan salah satu paragrafnya juga berkaitan dengan permintaan mereka untuk pelatihan," kata Jenderal Jalali dalam sebuah wawancara dengan TV pemerintah.

Menurutnya, Iran menciptakan "pertahanan siber" untuk pertama kalinya di dunia dan mengembangkan pertahanan siber 8 tahun yang lalu, bahkan sebelum AS, ketika Amerika hanya mengejar "keamanan seber".

Jenderal Jalali memperingatkan setelah perjanjian nuklir 2015, Iran menghadapi berbagai jenis ancaman baru terhadap pusat-pusat infrastruktur dan industrinya setelah kesepakatan dengan kekuatan dunia.

"Kita harus memperbarui metode untuk memahami ancaman setelah (menerapkan) Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) mulai berlaku karena ancaman akan berubah secara alami setelah JCPOA," kata Jalali, saat berbicara dalam konferensi pers di Tehran.

Daerah-daerah baru akan menjadi target operasi mata-mata musuh dan pengumpulan intelijen setelah JCPOA, termasuk memata-matai infrastruktur dan industri. "Sebuah pusat perlu diluncurkan "untuk menilai langkah-langkah AS selama pelaksanaan JCPOA, sehingga kita dapat mempelajari dan memonitor semua tindakan, perilaku dan komentar orang Amerika", katanya.

Dia juga memperingatkan langkah-langkah mencurigakan yang ditujukan pada perang ekonomi terhadap Iran, dan mengatakan melawan balik terhadap perang semacam itu hanya mungkin terjadi melalui swasembada dan kemandirian pertanian.

Di tempat lain, Jalali merujuk pada pertukaran intelijen Iran tentang ancaman dunia maya dengan negara-negara lain, "Kita dapat berinteraksi dengan negara-negara sejajar seperti Rusia, China dan India, di bidang ruang siber dan keamanan siber", tandasnya.

Ditegaskannya, serangan dunia maya terhadap negara itu dalam dua tahun terakhir semuanya telah digagalkan karena langkah-langkah yang diambil oleh Organisasi Pertahanan Sipil. [IT/Onh]


 
Artikel Terkait
Comment


Ujang hilpandani
Indonesia
Bravo iran