0
Thursday 17 October 2019 - 01:20

Komandan: Iran akan Pertahankan Kekuatan Defensif

Story Code : 822502
Wakil Komandan Angkatan Darat Iran untuk Koordinasi, Laksamana Muda Habibollah Sayyari
Wakil Komandan Angkatan Darat Iran untuk Koordinasi, Laksamana Muda Habibollah Sayyari
"Kami siap menghadapi agresi musuh dan kekuatan keras. Kami tumbuh sedemikian rupa sehingga musuh-musuh lintas-regional tahu dan takut, jika mereka membahayakan perbatasan kami dan memulai perang melawan Iran Mereka tidak akan menjadi ujung dari perang semacam itu," Kata Laksamana Muda Sayyari, saat berpidato di sebuah forum di provinsi Tehran pada Rabu, 16/10/19.

Ditegaskannya, Angkatan Darat berdiri melawan semua ancaman, "Kami tidak pernah kompromi dengan posisi kekuatan keras (kami) dan akan mempertahankan kekuatan defensif."

Laksamana Muda Sayyari juga pada bulan September mengatakan, kekuatan negaranya telah menghalangi setiap serangan musuh.

"Musuh masih ada, tetapi tidak berani menghadapi negara yang kuat; Angkatan Bersenjata kami menikmati kesiapan penuh. Musuh tahu bahwa bangsa Iran mendukung Angkatan Bersenjata masyarakat dan Pemimpin dipersatukan," tegas Laksamana Muda Sayyari saat berpidato dihadapan warga di provinsi Markazi di Iran Tengah.

Setelah Revolusi Islam, musuh menetaskan berbagai plot berbeda seperti pembunuhan, perang yang dipaksakan, dan menabur perselisihan di antara berbagai kelompok etnis dan agama untuk menghentikan pertumbuhan Revolusi, katanya. "Hari ini, mereka sibuk merancang konspirasi yang berbeda dengan pendekatan yang berbeda, tetapi mereka selalu gagal."

Medio Agustus lalu, Laksamana Muda Sayyari memperingatkan tanggapan negara yang menghhancurkan terhadap agresi, dan mengatakan Angkatan Bersenjata Republik Islam telah menyiapkan skenario berbeda untuk menghadapi ancaman musuh.

"Insiden di sekitar kita menunjukkan bahwa banyak ancaman ditujukan kepada kita, dan karena beragamnya ancaman dan perubahan yang berbeda, kami telah menyiapkan banyak skenario untuk menghadapi ancaman musuh," katanya.

"Musuh harus tahu bahwa jika mereka memutuskan untuk menargetkan Angkatan Darat dan Angkatan Bersenjata, mereka pasti akan menghadapi respons yang membuat mereka menyesali perbuatannya," tambah Sayyari.
Artikel Terkait
Comment