0
Sunday 20 October 2019 - 19:44

Pasukan Kurdi Sepakat Mundur dari Perbatasan Turki-Suriah

Story Code : 823079
Perang di Perbatsan Turki-Suriah
Perang di Perbatsan Turki-Suriah
Redur Khalil mengatakan, rencana evakuasi dari kota Ras al-Ain ditetapkan untuk hari Ahad (20/10/19) jika tidak ada penundaan, demikian menurut al-Jazeera.

Gencatan senjata lima hari, yang dicapai dalam negosiasi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Wakil Presiden AS Mike Pence, memungkinkan para militan di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah untuk keluar dari wilayah perbatasan.

Menurut kesepakatan itu, Turki sepakat memberikan waktu kepada pasukan Kurdi selama 120 jam untuk menarik kembali dari perbatasan Turki-Suriah dan memungkinkan Ankara membentuk "zona aman". Tapi, perjanjian tersebut belum menentukan areanya.

Khalil mengatakan pasukannya akan mundur dan mundur 30 kilometer dari perbatasan setelah evakuasi yang direncanakan.

Menurutnya, pasukannya akan mundur dari daerah 120km (75 mil) antara kota Ras al-Ain dan Tal Abyad.

Ini adalah pertama kalinya pasukan Kurdi secara terbuka mengakui akan menarik diri dari perbatasan, dan mengatakan telah berkoordinasi dengan Amerika.

Perjanjian-perjanjian sebelumnya antara AS dan Turki mengenai "zona aman" di sepanjang perbatasan Suriah-Turki terganjal karena perbedaan definisi wilayah tersebut.

Khalil mengatakan sebagian evakuasi terjadi pada hari Sabtu sebelumnya dari Ras al-Ain setelah terhenti dan dengan koordinasi AS.

Satu tentara Turki terbunuh dan seorang lainnya cedera setelah serangan oleh kelompok YPG di Tal Abyad, Suriah timur laut, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan pada pada Ahad.

Kementerian itu mengatakan serangan dengan anti-tank dan senjata ringan menyerang tentara Turki yang melakukan misi pengintaian dan pengawasan di Tal Abyad.

Pada hari Sabtu, Erdogan mengatakan Turki akan melanjutkan ofensif dan "menghancurkan kepala" pejuang Kurdi jika kesepakatan penarikan pasukan tidak sepenuhnya dilaksanakan.

"Jika berhasil, itu akan berhasil. Jika tidak, kami akan terus menghancurkan para kepala teroris begitu 120 jam (gencatan senjata) berakhir," kata Erdogan kepada para pendukung di provinsi Turki tengah, Kayseri. [IT/Onh]


 
Artikel Terkait
Comment