0
Tuesday 22 October 2019 - 15:01

Konferensi Manama Pondasi Berakhirnya Rezim al-Khalifa di Bahrain

Story Code : 823400
Rezim penjajah Israel akan menghadiri KTT anti-Iran di Bahrain. (Foto: palestinechronicle)
Rezim penjajah Israel akan menghadiri KTT anti-Iran di Bahrain. (Foto: palestinechronicle)
"Konferensi Kedua Manama dengan partisipasi rezim ilegal Israel akan membantu mengakhiri rezim al-Khalifa," tulis Hossein Amir-Abdollahian di akun Twitter-nya, Selasa, 21/10/19.

Pejabat itu menyerukan rezim Bahrain untuk meninjau sejarah singkatnya dan berpikir tentang masa depan kawasan itu secara lebih rasional."

"Jelas, rezim Zionis al-Khalifa tidak memiliki tempat di masa depan wilayah ini," tambahnya.

Pernyataan itu muncul ketika Bahrain menjadi tuan rumah konferensi keamanan di Manama bekerja sama dengan AS dan Polandia. Ini adalah tindak lanjut dari konferensi anti-Iran pimpinan AS yang diadakan di ibukota Polandia, Warsawa pada bulan Februari.

Dalam konferensi ini, rezim Israel mengirim delegasi ke konferensi anti-Iran.

KTT Manama konon bertujuan membahas perlindungan kapal di Teluk Persia dari dugaan "serangan Iran," pencegahan penyelundupan senjata dan perlindungan penerbangan sipil.

Iran mengecam keras Bahrain yang menjadi tuan rumah "pertemuan mencurigakan dan provokatif," dan menyerukan rezim Manama berhenti bertindak sebagai "fasilitator plot musuh" di wilayah tersebut.

Sejauh ini Israel menjalin hubungan diplomatik penuh hanya dengan dua negara Arab, Mesir dan Yordania, tetapi laporan terbaru menunjukkan Tel Aviv bekerja di belakang layar untuk menjalin kontak resmi dengan negara-negara Arab lainnya seperti Bahrain. [IT/Onh]


 
Artikel Terkait
Comment