0
Tuesday 22 October 2019 - 15:27

Serangan Taliban Bunuh 15 Polisi, Pasukan AS Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Story Code : 823404
Serangan Taliban di pos pemeriksaan Tentara Afghanistan (AFP)
Serangan Taliban di pos pemeriksaan Tentara Afghanistan (AFP)
Serangan multi-cabang di pos pemeriksaan di distrik Ali Abad di provinsi Kunduz utara dimulai pada Senin malam dan memicu baku tembak selama berjam-jam, menurut Ghulam Rabani Rabani, seorang anggota dewan provinsi. Bersama dengan 15 polisi yang terbunuh, dua petugas lainnya terluka dalam serangan itu, katanya seperti dilansir AP.

Serangan itu terjadi ketika pasukan Afghanistan gencar memerangi Taliban selama beberapa minggu terakhir di Dashti Archi dan Distrik Imam Sahib Kunduz, tambah Rabani. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas serangan di pos pemeriksaan.

Taliban sangat kuat di Kunduz dan memegang kendali di beberapa distrik provinsi.

Ibukota provinsi, kota Kunduz, sempat jatuh ke tangan Taliban pada 2015, sebelum pemberontak itu mundur menghadapi serangan Afghanistan yang didukung NATO. Kota ini adalah persimpangan strategis dengan akses mudah ke banyak wilayah utara Afghanistan serta ibukota negara itu, Kabul, sekitar 200 mil (335 kilometer) jauhnya.

Taliban mendorong kembali ke pusat kota lagi setahun kemudian, dengan singkat mengangkat bendera mereka sebelum secara bertahap diusir lagi. Terakhir kali, para pemberontak melancarkan upaya lain untuk menyerbu kota pada bulan Agustus tetapi bethasil ditolak.

Taliban sekarang mengendalikan hampir separuh Afghanistan dan tanpa henti dalam serangan hampir setiap hari  yang menargetkan pasukan keamanan Afghanistan, serangan yang menimbulkan banyak korban. Pertempuran itu juga menewaskan puluhan warga sipil.

AS menempatkan sekitar 14.000 tentara di Afghanistan sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin Amerika, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam beberapa laporan, pasukan AS melatih dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan dan melakukan operasi kontraterorisme terhadap para ekstremis.

Trump memerintahkan penarikan pasukan sehubungan dengan pembicaraan damai yang akan menarik mundur sekitar 8.600 pasukan Amerika dari negara itu.

Bulan lalu, utusan AS Zalmay Khalilzad menjalin perjanjian damai awal dengan Taliban, tetapi gelombang kekerasan Taliban dan kematian seorang prajurit Amerika mendorong Trump membatalkan pertemuan rahasia Camp David tempat perjanjian damai akan diselesaikan dan menyatakan tentatif bahwa perjanjian itu mati. [IT/Onh]


 
Artikel Terkait
Comment