0
Friday 1 November 2019 - 23:11
Rusia, AS dan Gejolak Suriah:

Dinas Intelijen Asing Rusia Tidak Memiliki Data Tes DNA Mengkonfirmasi Kematian Al-Baghdadi

Story Code : 825103
Abu Bakr al-Baghdadi, ISIL Leader.jpeg
Abu Bakr al-Baghdadi, ISIL Leader.jpeg
"Kami belum mendapatkan bahan genetik yang memungkinkan untuk mengatakan dengan keyakinan 100 persen [bahwa al-Baghdadi terbunuh]," kata Naryshkin kepada wartawan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 27 Oktober bahwa al-Baghdadi telah terbunuh dalam operasi AS di Idlib Suriah.

Sementara itu, baik Kementerian Pertahanan Rusia dan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia belum menerima konfirmasi resmi tentang penghapusan al-Baghdadi.

Namun, Daesh telah mengkonfirmasi kematian pemimpinnya.

Minggu lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemimpin Daesh Abu Bakar al-Baghdadi tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Pasukan Khusus AS di provinsi Idlib Suriah.

Ketika dia mengungkapkan beberapa detail operasi selama pidato yang disiarkan televisi ke negara itu, Trump mengatakan bahwa al-Baghdadi meninggal setelah berlari ke terowongan buntu dan meledakkan dirinya dengan meledakkan rompi bunuh diri. "Dia mati seperti anjing," kata Trump.

Presiden AS menambahkan bahwa pemimpin Daesh telah berada di bawah pengawasan Pentagon sejak lama sebelum kondisinya cocok untuk membunuhnya. Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Rusia, Irak, Suriah dan Turki atas bantuan mereka selama operasi. Menurut Menlu AS Mike Pompeo, pasukan udara AS terbang melalui wilayah udara yang tidak dikontrol AS untuk melakukan serangan terhadap al-Baghdadi.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment