0
Monday 4 November 2019 - 10:31
Iran vs Hegemoni Global:

Komandan: Iran Akan Menargetkan Kepentingan AS dan Sekutunya Di Mana Saja Kalau Perang Terjadi

Story Code : 825479
Iranian Army, a Sayyad 2 missile is fired by the Talash air defense system.jpg
Iranian Army, a Sayyad 2 missile is fired by the Talash air defense system.jpg
Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi membuat pernyataan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Fars News Agency pada hari Minggu (3/11), menekankan bahwa kekuatan Republik Islam Iran tidak terbatas pada perbatasan geografis Iran dan bersifat transregional.

Ditanya tentang reaksi Iran kalau terjadi agresi oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Shekarchi mengatakan, "Setiap tempat dan titik teritorial apa pun yang melindungi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya akan terancam [dalam kasus agresi terhadap Iran] dan Republik Islam Iran telah membuktikan bahwa mereka mampu melakukan ini. ”

"Bahkan jika suatu negara tidak terlibat langsung dalam kemungkinan perang [melawan Iran], tetapi wilayahnya digunakan oleh musuh, kami akan menganggap negara itu memusuhi wilayah itu dan memperlakukannya seperti agresor," kata pejabat tinggi militer Iran itu.

Iran telah berulang kali mengumumkan bahwa mereka tidak pernah meluncurkan dan tidak akan pernah melakukan perang, katanya, menambahkan, "Jika seorang penyerang melakukan kesalahan strategis, agresi akan dijawab dengan kekuatan tertinggi dan terberat untuk membuat mereka menyesali [tindakan agresi mereka] dan tanggapan Iran akan [diberikan] atas bentangan geografis di luar apa yang bisa dibayangkan oleh para simpatisan Republik Islam."

Shekarchi mengatakan sifat hampa dari kekuatan AS dan Inggris telah menjadi jelas bagi dunia.

Dia mencatat, "Peralatan radar, sistem pertahanan senjata dan udara, yang penjualan sumber daya negara-negara Muslim dan negara-negara di kawasan itu telah dijarah, gagal dalam uji memalukan dalam kasus serangan pasukan Yaman terhadap Aramco dan Arab Saudi, dunia menyadari kelemahan dan penghinaan yang ekstrem [dari negara-negara Barat] di bidang ini. "

Ketua Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Baqeri pada 22 Oktober menggarisbawahi kekuatan pencegahan Republik Islam, memperingatkan bahwa musuh harus membayar biaya besar jika mereka melakukan tindakan agresi terhadap negara (Iran).[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment