0
Tuesday 10 December 2019 - 08:29

Warga Palestina Gelar Protes Besar Menentang Proyek Pemukiman Zionis di al-Khalil

Story Code : 831798
Potes warga Palestina
Potes warga Palestina
Protes yang dipelopori oleh partai Fatah, dimulai dari Senin pagi, dan menurut Pusat Informasi Palestina, "melumpuhkan" semua aspek kehidupan.

Aksi protes itu membuat libur sekolah-sekolah dan universitas, pasar dan toko, lembaga pemerintah dan kota, di seluruh provinsi, tambah laporan itu.

Pada 1 Desember, menteri perang Zionis Naftali Bennett mengumumkan rencana kontroversial untuk membangun pemukiman ilegal di tempat kompleks pasar grosir di Kota Tua al-Khalil.

Menurut menteri perang Zionis, proyek itu direncanakan akan "menggandakan" jumlah pemukim ilegal di kota, yang merupakan titik awal bentrokan antara Palestina dan pemukim.

Ratusan pemukim Zionis, yang didukung oleh puluhan ribu tentara, menduduki sebagian besar pusat kota, dan mereka melecehkan warga Palestina di kota itu hampir setiap hari.

Protes ini juga dimaksudkan untuk memprotes pengambil alihan rumah Palestina di kota tersebut dan aktivitas Yahudisasi yang berlangsung di Masjid Ibrahimi, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Gua Para Leluhur.

Dihormati oleh umat Islam dan Yahudi, kompleks situs suci ini diyakini menandai situs pemakaman Nabi Ibrahim, Ishak, dan Yakub.

Menyusul pembantaian warga Palestina oleh seorang pemukim ekstremis pada tahun 1994, kompleks ini dibagi antara jamaah Muslim dan Yahudi.

Namun, militer rezim Zionis secara teratur menutup Masjid Ibrahimi bagi para umat Muslim dan memungkinkan para pemukim ekstremis untuk memasuki seluruh situs suci untuk sekedar mengamati ritual mereka.

Fatah yang bermarkas di Tepi Barat, dipimpin oleh Presiden Otoritas Mahmoud Abbas, juga menyerukan untuk melaksanakan shalat siang di Masjid Ibrahimi pada hari Senin.

Lebih dari 600.000 Zionis tinggal di lebih dari 230 permukiman yang dibangun sejak pendudukan 1967 wilayah Palestina di Tepi Barat dan al-Quds Timur.

Palestina menginginkan Tepi Barat sebagai bagian dari negara Palestina merdeka di masa depan dengan Timur al-Quds sebagai ibu kotanya. [IT/Mt]


 
Artikel Terkait
Comment