0
Friday 17 January 2020 - 23:31

Kebijakan Presiden Trump Terhadap Irak Sama Dengan Pembajakan

Story Code : 839079
Kebijakan Presiden Trump Terhadap Irak Sama Dengan Pembajakan

Seorang legislator Irak mengecam ancaman Presiden Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi pada negaranya dan menuntut miliaran dolar sebagai kompensasi jika negara itu mengusir pasukan AS, yang menyatakan bahwa kebijakan semacam itu sama dengan "pembajakan."

"Ancaman Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap Irak adalah jenis pembajakan dan penajajahan dari mafia, yang telah menjangkiti badan-badan pembuat keputusan politik di Amerika Serikat dan telah menarik kemarahan bangsa Amerika," kata Kazem al-Sayadi dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan televisi berbahasa Arab al-Sumaria pada hari Jumat.

Dia juga menampik ancaman Washington untuk membatasi akses ke sekitar $ 35 miliar dari pendapatan minyak Irak yang disimpan di Federal Reserve AS, menekankan bahwa Trump sama sekali tidak berhak untuk mengambil tindakan seperti itu dan memblokir akses ke akun yang berbasis di AS di mana Baghdad menyimpan pendapatan minyak yang merupakan 90 persen dari anggaran nasional.

"Ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Irak datang setelah kami menolak kebijakan Washington terkait pembunuhan Jenderal terkemuka Iran Qassem Solaimani, dan mengecam pelanggaran wilayah udara kami. Irak, hari ini, tidak seperti dulu di masa lalu. Kami memiliki beberapa sekutu, yaitu Cina, Rusia, dan sejumlah negara Eropa, yang dengannya kami dapat mencapai kesepakatan jangka panjang, ”tandas Sayadi.

Dia menyimpulkan, “Kebijakan agresif Trump adalah indikasi kegagalannya di AS dan upayanya untuk mengekspor krisisnya di luar negeri, baik dengan cara mengingkari perjanjian nuklir dengan Iran, melanggar kedaulatan Irak dan terus-menerus mengancam negara-negara lain. Kebijakan seperti itu pada akhirnya akan menenggelamkan Trump dan menjadikannya pecundang terbesar dalam pemilihan AS mendatang. ”

Pada hari Selasa, ulama Syiah Irak yang berpengaruh, Muqtada al-Sadr, menuntut agar rakyat Irak melakukan "pawai sejuta ummat" terhadap kehadiran militer AS yang terus berlanjut di negara itu.

Pawai saat ini diperlukan "untuk mengutuk kehadiran Amerika dan pelanggarannya," Sadr, yang memimpin blok parlemen terbesar, Sairoon, mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Selasa.

Pada tanggal 5 Januari, anggota parlemen Irak dengan suara bulat menyetujui RUU, menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin oleh Amerika Serikat dari negara itu.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment