0
Tuesday 21 January 2020 - 14:00

Komandan Quds: "Jalan Jenderal Soleimani akan Terus Berlanjut"

Story Code : 839747
Komandan Quds: "Jalan Jenderal Soleimani akan Terus Berlanjut"
Jalan di mana Soleimani mengambil "langkah-langkah kuat" akan terus dilanjutkan, kata Brigadir Jenderal Esmail Ghaani dalam sebuah upacara yang diatur oleh militer.

Ghaani melanjutkan, perlawanan adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan musuh.

"Kita harus kuat melawan musuh. Semua ancaman bisa berubah menjadi peluang jika kita memenuhi tugas kita," tandasnya.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei mengangkat Esmail Ghaani sebagai komandan baru Pasukan Quds IRGC pada 3 Januari, setelah pembunuhan Soleimani dalam serangan udara Amerika Serikat di Baghdad.

Dalam tindakan balasan, Iran menembakkan puluhan rudal balistik di sebuah pangkalan militer utama AS di Irak pada 8 Januari.

Tokoh-tokoh politik dan militer Iran berjanji akan membalas keras atas kesyahidan Jenderal Soleimani.

Ayatollah Khamenei mengatakan pada 8 Januari, tindakan militer semacam itu tidak cukup dan pasukan AS harus meninggalkan wilayah tersebut.

"Masalah pembalasan adalah masalah lain. Mereka ditampar tadi malam yang merupakan masalah lain. Tindakan militer semacam itu tidak akan cukup. Kehadiran korup Amerika Serikat di wilayah ini harus berakhir. Mereka telah membawa perang, hasutan, kehancuran, dan juga kehancuran infrastruktur ke wilayah tersebut," katanya.

Dalam pernyataan terbarunya pada hari Jumat, Ayatollah Khamenei mengatakan merobohkan pangkalan udara AS di Irak dianggap sebagai "Yaumullah".

Dia menjelaskan, Yaumullah adalah ketika masyarakat, manusia, dan etnis membersihkan diri dari penindas.

Dan menggambarkan pembunuhan Soleimani sebagai tindakan pengecut yang membawa aib AS.

"Kita harus melihat Haj Qassem Soleimani sebagai sekolah pemikiran dan sebagai sekolah pelajaran agar pentingnya masalah ini untuk diklarifikasi," katanya.

Pemimpin menggambarkan Pasukan Quds IRGC sebagai tubuh manusiawi dengan motivasi kemanusiaan yang besar dan jelas.

"Mereka hadir kapan pun mereka dibutuhkan dan melindungi martabat orang-orang yang tertindas dan mengorbankan diri mereka untuk kesucian."

"Kekuatan-kekuatan ini mempertaruhkan nyawanya dan pergi membantu negara-negara regional ... dan inilah yang menjauhkan perang dan teror dari tanah air kita sendiri," kata Pemimpin. [IT/Onh]


 
Artikel Terkait
Comment