0
Thursday 23 January 2020 - 19:48
AS vs Iran:

Duta AS: Kepala Pasukan Quds Baru Iran Akan Mendapatkan NASIB SAMA seperti Jenderal Soleimani jika Mengikuti Jalurnya

Story Code : 840249
Esmail Qaani, head of the Islamic Revolutionary Guards.jpg
Esmail Qaani, head of the Islamic Revolutionary Guards.jpg
Jika Jenderal Esmail Ghaani, kepala Pasukan Quds yang baru diangkat - bagian rahasia Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) - "mengikuti jalan yang sama hendak membunuh orang Amerika maka dia akan menemui nasib yang sama," Perwakilan Khusus AS untuk Iran Brian Hook mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asharq al-Awsat.

"Kami akan meminta rezim dan agen-agennya bertanggung jawab atas serangan terhadap orang Amerika atau kepentingan Amerika di kawasan ini," lanjut Hook, tidak menjelaskan lebih lanjut.

Ancaman terselubung muncul ketika dunia pulih dari kebuntuan Iran-AS yang disebabkan oleh pembunuhan yang menargetkan Jenderal Qassem Soleimani di luar Bandara Baghdad pada awal Januari.
 
Kematiannya, seperti yang dikatakan Hook, akan "menciptakan kekosongan yang tidak dapat diisi oleh rezim [Iran]," karena, menurut duta itu, Soleimani mewakili pasukan yang mengumpulkan "agen-agen Iran di wilayah ini".

Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds selama lebih dari dua dekade, adalah salah satu pemimpin militer paling kuat namun terkenal di Iran, dan seorang arsitek operasi anti- Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) di negara tetangga Suriah dan Irak. Pembunuhannya, dalam serangan pesawat nir awak yang mengejutkan yang diperintahkan langsung oleh Gedung Putih, hampir membawa kawasan itu ke ambang perang.

Sementara Washington bersikeras Soleimani sedang mengatur serangan terhadap aset AS di Irak, Tehran menyebutnya tindakan terorisme internasional dan berjanji akan memberikan tanggapan yang berat.
 
Dalam beberapa hari, Iran menanggapi dengan serangan rudal ganda di pangkalan AS di Irak, tidak menyebabkan korban di antara pasukan Barat tetapi menimbulkan kerusakan signifikan pada instalasi tersebut. Tehran memperingatkan Irak tentang serangan yang datang, yang memungkinkan AS akan memindahkan pasukannya ke tempat yang aman. Sementara itu, para ahli mencatat seberapa tepat serangan itu.

Seperti teman lamanya, Soleimani, Jenderal Ghaani juga menjadi terkenal selama Perang Iran-Irak pada 1980-an. Dia diangkat sebagai wakil kepala Quds pada 1997, dan menjadi kepala unit itu sehari setelah Soleimani terbunuh.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment