0
Friday 24 January 2020 - 23:35
Iran vs Hegemoni Global:

Iran Menuduh AS 'Secara Resmi' Mempromosikan 'Terorisme Negara'

Story Code : 840464
Esmail Qaani, commander of Islamic Revolutionary Guard Corps’ Quds Force.jpg
Esmail Qaani, commander of Islamic Revolutionary Guard Corps’ Quds Force.jpg
Reaksi itu muncul setelah Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, mengatakan hari Kamis (23/1) bahwa Jenderal Esmail Gha'ani dapat menghadapi nasib seperti pendahulunya, Jenderal Qassem Suleimani, yang dibunuh pada 3 Januari.
 

"Pernyataan oleh pejabat Departemen Luar Negeri ini adalah publikasi resmi dan penyingkapan terang-terangan terorisme negara dan sasaran oleh AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi.
 

"Sekarang, setelah rezim Zionis [Israel], AS adalah rezim kedua yang secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan sumber daya pemerintah dan angkatan bersenjatanya untuk tindakan teroris dan bahwa mereka akan melanjutkannya di masa depan," tambahnya.
 

Hook membuat ancaman dalam sebuah wawancara dengan surat kabar milik Saudi Asharq al-Awsat di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
 

Pada 3 Januari, Jenderal Suleimani dibunuh dalam serangan pesawat nir awak AS di sekitar Bandara Internasional Baghdad di bawah perintah langsung Presiden Donald Trump.
 

Di tempat lain dalam sambutannya, Mousavi mengatakan langkah Washington atas tindakan teroris adalah tanda yang jelas dari "kelemahan, keputusasaan, dan kebingungan" di antara para pejabat rezim Amerika.
 

Dia mengutuk "pernyataan kurang ajar dan tindakan teroris" para pemimpin AS, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk juga mengutuk mereka, "karena kelanjutan dari tren ini cepat atau lambat akan menimpa semua orang."
 

Suleimani mendapatkan reputasi sebagai komandan anti-teror paling terkenal di Timur Tengah karena kontribusinya yang sangat signifikan dalam mengalahkan pasukan teroris seperti kelompok teroris Daesh di seluruh wilayah.
 

Dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada Pemimpin Revolusi Islam Yang Mulia Imam Sayyid Ali Khamenei pada 9 Januari, Jenderal Gha'ani bersumpah akan melanjutkan jalan yang ditempuh oleh Jenderal Suleimani "dengan penuh kekuatan." Dia mengatakan tujuannya adalah untuk mengusir pasukan Amerika keluar dari wilayah.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment