0
Wednesday 29 January 2020 - 18:59
AS dan Pembunuhan Qassem Soleimani:

Pentagon: 50 Tentara AS Didiagnosis Menderita Cedera Otak setelah Serangan Iran

Story Code : 841392
Damage at Ain al-Assad military air base housing US and other foreign troops in the province of Anbar, Iraq.jpg
Damage at Ain al-Assad military air base housing US and other foreign troops in the province of Anbar, Iraq.jpg
"Sampai hari ini, 50 anggota tentara AS telah didiagnosis dengan ‘cedera otak traumatis," kata juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Thomas Campbell dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (28/1).

Tiga puluh satu dari 50 dirawat di Irak dan kembali bertugas, termasuk 15 dari mereka yang didiagnosis paling baru, menurut Campbell.

Delapan belas dari total berada di Jerman untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut, dan satu dikirim ke Kuwait dan sejak itu kembali bertugas, tambahnya.

Dalam pembaruan sebelumnya pada hari Jumat, Pentagon menempatkan jumlah orang yang terluka setelah serangan Iran adalah 34 orang.

Pada 8 Januari, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menembakkan peluru kendali balistik ke Ain al-Asad, pangkalan udara besar yang menampung sekitar 1.500 tentara AS di provinsi Anbar, Irak barat, dan pos terdepan di Erbil, ibu kota semi otonom Kurdistan Irak.

Operasi rudal itu sebagai tanggapan atas pembunuhan Washington 3 Januari terhadap komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds IRGC.

Pembunuhan itu juga mengakibatkan kematian Abu Mahdi al-Muhandis, yang merupakan komandan kedua dari Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak.

Kedua komandan mendapatkan penghormatan yang mendalam di antara negara-negara Muslim atas upaya mereka dalam mengakhiri pemerintahan teritorial Daesh di Irak dan Suriah.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment