0
Thursday 13 February 2020 - 17:40

Trump Peringatkan Senat untuk Tidak Batasi Otoritas Perang terhadap Iran

Story Code : 844336
Trump Peringatkan Senat untuk Tidak Batasi Otoritas Perang terhadap Iran
Trump mengatakan, hal itu akan memungkinkan Tehran untuk bertindak secara impunitas.

"Ini bukan waktunya menunjukkan kelemahan, dan keamanan AS mengharuskan Senat untuk tidak memilih Resolusi Kekuatan Perang Iran", lapor presstv.

Presiden AS mengklaim "Amerika sangat mendukung serangan drone AS 3 Januari" yang membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani di Irak.

"Mengirim sinyal yang sangat buruk. Demokrat hanya melakukan ini (membatasi kekuasaannya) sebagai upaya untuk mempermalukan Partai Republik. Jangan biarkan itu terjadi!, katanya.

Peringatan presiden AS itu muncul ketika Senat mengajukan legislasi pada  Rabu membatasi wewenangnya untuk berperang dengan Iran, dengan reoslusi yang kemungkinan terjadi setelah delapan Republikan bergabung dengan Demokrat dalam mendukung resolusi kekuatan perang.

Pemungutan suara mengenai resolusi kekuatan perang dapat dilakukan pada Kamis di tengah kekhawatiran bahwa presiden AS dapat meluncurkan konflik militer terbuka dengan Iran tanpa berkonsultasi dengan Kongres.

Resolusi itu akan menghapus wewenang Trump untuk mengerahkan pasukan AS yang terlibat dalam permusuhan terhadap Iran kecuali jika Kongres menyatakan perang atau mengeluarkan otorisasi khusus untuk penggunaan kekuatan militer, kata Reuters.

Senator Demokrat, Tim Kaine, sponsor resolusi Senat, mengatakan, "Kongres harus menegaskan kembali peran konstitusional kami dalam masalah perang dan perdamaian." Dan menekankan bahwa resolusi tersebut bertujuan untuk mencegah perang secara sepihak.

"Kami tidak mengirim pesan kelemahan ketika kami membela aturan hukum. Itu adalah pesan kekuatan, terutama berbicara kepada orang-orang di seluruh dunia yang berada di jalan-jalan memprotes ... karena mereka menginginkan supremasi hukum, "Kata Kaine.

Pada bulan Januari, Dewan Perwakilan Rakyat yang dikontrol Demokrat mengeluarkan versinya sendiri dari undang-undang setelah perintah Trump untuk membunuh jenderal Soleimani, dan serangan balasan rudal Iran terhadap pangkalan-pangkalan yang diduduki AS di Irak secara dramatis meningkatkan ketegangan dan menimbulkan kekhawatiran perang.

Setelah serangan balasan Iran, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan serangan rudal itu hanya "sebuah tamparan".[IT/Onh]
Artikel Terkait
Comment